Selamat siang!
Semoga kalian baik-baik saja. Saya merasa luar biasa! Saya akan melakukan yang terbaik dan yang paling baik dari hari-hari sebelumnya. Bukan hanya seperti yang saya janjikan kepada Bapak, tapi kepada diri saya sendiri. Saya tidak akan patah hati lagi. Saya akan tetap mencintai. Meskipun cinta tidak mau memihak, meskipun cinta tidak mau berusaha mempertahankan saya agar tidak pergi. Saya akan tetap memberikan yang terbaik. Saya tidak akan takut gagal bermimpi lagi, adalah langkah-langkah kecil yang akan memulai sesuatu yang besar. Saya akan terus mencoba, gagal, mencoba lagi, gagal dan berusaha lagi.
Mendaki gunung di Nusa Tenggara Barat, berlayar sampai ke Raja Ampat. Tersesat di pedalaman hutan Borneo. Masih mimpi saya. Tinggal dan membangun rumah ditengah hutan Akademia, mendalami banyak bahasa dan budaya di seluruh dunia. Membuat ensiklopedia perjalanan pertama dalam bahasa asal Bahasa Indonesia dan pulang ke kampung halaman yang tidak pernah melahirkan saya, Pulau Sisilia!
Saya tidak akan menyerah. Saya siap untuk jatuh cinta lagi!
Saya tau ini memalukan. Tapi saya harus selalu banyak untuk intropeksi diri. Nah, kebetulan juga bertepatan dengan dirayakannya hari bertambah dewasanya saya (Nobody cares Etna, seriously!). Jadi daripada curhat lebih bagus jadi bahan refleksi.
Saya orang yang rumit. Benaaarrrrr. Saya rumit. Saya berusaha simple tapi saya tetap rumit. If you really know what I mean. (Kind of difficult starts).
Wait, ini backsoundnya kenapa lagu ini sih?
Nggak semua orang bisa ngungkapin perasaan mereka, mengekspresikan lebih tepatnya. Beberapa perlu mikir dulu buat nyampein apa yang sebenernya mereka rasain, dan saya adalah salah satu orang yang sangking kelewat jujurnya sampe lebih sering mikir daripada ngerasa. Jadi logika saya lebih besar dari perasaan saya. Saya rasa saya bukan perempuan T.T
Makanya, itulah salah satu penyebab kenapa saya suka menulis. Waktu nulis semua bahasa yang saya mau bisa saya gunakan disini, dan nggak semua itu bisa saya ungkapkan waktu saya bicara. Oh iya waktu saya lagi ngerasain tentang sesuatu terutama. Ntah antara insensitive atau kurang cerdas tapi saya nggak bisa baca perasaan orang dengan cepat. Jadi, buat baca setiap reaksi orang dari komunikasi dua arah itu perlu benar-benar fokus. Maaf ya buat yang sering saya acuhkan, nggak bermaksud seperti itu. Just tell me what you feel. Saya akan berusaha open dengan apa yang kalian sampaikan. Malah saya senang bisa tahu tentang pandangan orang lain ke saya.
Saya cuma seekor siput kecil lucu bercangkang emas yang hidup di sawah. Mulai dramatis. Setelah ini saya akan selalu berusaha memperbaiki diri jadi lebih baik.