Showing posts with label Reactive. Show all posts

Lawan ! (Pemuda Tanggap "Bencana")

Lawan
Rasa angek angekan bangun dari tempat tidur kita
Lawan
Segala kemalasan yang tidur tiduran, kita jadi malas mandi
Lawan
Memakai baju keburukan, bermerek luar negeri

Lawan, Lawan, Lawan
Teriakan kita tengah menderita
Lawan, Lawan, Lawan
Segala bentuk kemalasan untuk menimba ilmu mencegah sesat dan korupsi
Lawan, Lawan, Lawan
Jangan lawan dengan tangan, lawan dengan syair kita
Karena kursi empuk diduduki pantat-pantat pemalas bergaji irasional berproduksi individual
Lawan, Lawan, Lawan
Segala bentuk penjajahan globalisasi non tersirat, Jangan tinggalkan segala kemajuan, Hanya jangan lupakan kulit Pancasila kita
Lawan, Lawan, Lawan
Hai para pemuda berhati lemas, berjalan gontai hendak pergi menuntut ilmu, Memangnya kalian pikir apa yang kalian dapat dengan punggung menbungkuk seperti jompo gundul ompong bertongkat itu??

Lawan, Teriakan Lawan segala bentuk kemunduran yang menarik kita dari balik punggung tanpa menyadarinya kita tengah berjalan kebelakang lagi
Lawan! Teriakan Lawan!

Tapi jangan kuat-kuat, Nanti bisa dilempar jenderal besar aku pakai sikat!

Des10

Are You "SSSUSS" Kind of Youth? No Worry, You Are Also Nationalism! (Part 1, 1-2)


2

012 and 2013 were golden years for me, after 3 years of struggling with the theories of science Sociology in college, I get bored. Then try to find other activities outside Kukerta (College Office and love Stuffes ... * ROTFL). Starting from following the selection of the Indonesia-Canada Youth Exchange In the Year 2011, although up to two times the selection swallow bitter the fact is that I do not make a decent standard to be sent to the Maple Leaf country as a representative of the Indonesian – Canada Youth Exchange Participant Youth but my spirit is getting burned. Year after year I spent with the youth gathered together this Out of The Box guys awaken me about what I have done for this country and what inspired me to continue to live in the future and what has been the burden of my responsibilities during breathing in the country of Indonesia.
Culture, Intelligence and Attitude is a young Indonesian capital base to give the image of the Nation, to show the world that Indonesia has the face of superior seeds which will be the hope of a brighter future for the nation of Indonesia. By following the selection of this youth exchange, which is just my background as a young man who never attended youth organizations science and follow the activities of youth gatherings (this means you know a social activity, not merely chilling out.red) grew to understand that there are many young men potential in every corner of this country. They are coming from the farthest islands Provincial Capital would come to town to menempun college education, but also active with youth organizations such as KAMMI, HMI, GEM etc.. Social activities of the response, war and poverty. Standing on the red lights on a sweltering afternoon while tilted boxes to collect the bags of money to be donated to people in need. There also were reactive with all government activities, down to the streets protesting the government policy and justice when is happening in this nation. There is also active as a youth delegate tourist ambassadors and other ambassadors with a mission into Indonesian culture presentations throughout Indonesia and abroad.
These youths that I encountered when I attended youth activities over the past two years. They are amazing, I think. And when I get to know them more deeply, yes I was! There's even the rich family background but who would have thought he had migrated to Java capital only desperate to college (and even then college until the end of the semester because too much enjoy time travelling away hahaha ...) ever circumnavigate the island of Java, exploring the mountains and the ocean, if the first encounter with my brother you will not think about the incredible life experience. And he was a lecturer now! But it is still active with youth activities, alumni once my senior Ships Youth archipelago. Not only him, there is also an alumni and seniors also am still of the same youth program. Life experiences may be heavier than me, he comes from the land of the porch Mecca migrated to Batam Island college with the fruits of his own but remains active in the organization even to be a delegate to the Indonesian embassy in Texas, the state of the United States with a mission to introduce Indonesian culture to bule- Caucasians there. Not only the youth alone, the story of the young women that I know it can also inspire you. I knew a year ago through the same program, girls who are super active is indeed remarkable.
There has been in existence here with a myriad of youth programs participated, simple clothes, polite and hooded. Smile always unfurled when he met with anyone. Students are active in one of the Universities in Prov Lampung has a myriad of achievements, winning the provincial oratorical competence. A walk around the island of Java while seclusion in a village in East Java to learn English. Who would have thought now was in Japan for the Chiba prefecture Jenesys 2014. Then there is also the story of the young woman from Aceh, he is my favorite brother. We developed the idea to establish a social youth organization concerned border communities, Nagekeo Care Island. Working as employee salaries in Aceh Pemko environment but do not want to lift the chin with social problems in the environment. Honestly, I was amazed. Even during the early struggles we established organization was he the most active in seeking funding to launch the inaugural activities of our organization. It's been inspiring you?
Youth Pioneers truth, hear the story of their struggle to arrive at the present stage; I said to myself, I was beginning. Reach up or escape it!
And then I ponder, if I follow this activity. There from here, I will not be able to do so. Honestly I could not share time with all of it. Even after the departure of the father, I became more responsible with family welfare. Being the first child's father asks me to continue to work to make money to support my mother who had getting older. I am aware of myself, I can’t always perform such activities (although fun for me to do.red) because there are other responsibilities that I can’t avoid.

Kamu Pemuda "SSBSSS" ? Jangan Pesimis, Kamu Juga Nasionalis! (Part 1, 1-2)

Tahun 2012 dan 2013 adalah tahun keemasan bagi saya, setelah 3 tahun berkutat dengan teori-teori ilmu Sosiologi di kampus, saya bosan. Kemudian mencoba mencari kegiatan lain diluar Kukerta (Kuliah Kerja Bercinta ... *ROTFL). Berawal dari mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada Pada Tahun 2011 walaupun sampai dua kali seleksi menelan kenyataan pahit bahwa saya tidak masuk standar layak untuk dikirmkan ke Negara Daun Maple tersebut sebagai perwakilan Pemuda Indonesia tetapi semangat saya semakin terbakar. Tahun ke tahun yang saya habiskan dengan berkumpul bersama beberapa pemuda yang Out of The Box menyadarkan saya mengenai apa yang saya telah lakukan untuk negeri ini dan apa yang menginspirasi hidup saya untuk melanjutkan hidup di masa depan serta apa yang telah menjadi beban tanggung jawab saya selama bernafas di Tanah Air Indonesia.

Kebudayaan, Intelejensi dan Attitude adalah modal dasar pemuda Indonesia untuk memberi citra kepada Bangsanya, menunjukkan ke muka dunia bahwa Indonesia memiliki bibit-bibit unggul yang akan menjadi harapan cerah bagi Bangsa Indonesia ke depannya. Dengan mengikuti seleksi pertukaran pemuda ini, saya yang hanya berlatar belakang sebagai seorang pemuda yang tidak pernah mengenyam ilmu organnisasi maupun mengikuti kegiatan kumpul-kumpul pemuda (ini maksudnya kegiatan sosial lho, bukan kongkow biasa.red) semakin mengerti bahwa ternyata ada banyak pemuda-pemuda potensial di setiap pelosok negeri ini. Mereka yang datangnya dari pulau-pulau terjauh dengan Ibukota Provinsi mau datang ke Kota untuk menempun pendidikan kuliah, tetapi juga aktif dengan ormas kepemudaan seperti KAMMI, HMI, PERMATA dll. Melakukan kegiatan sosial tanggap bencana, perang dan kemiskinan. Berdiri di lampu-lampu merah pada siang hari yang terik sambil menengadahkan kardus-kardus untuk mengumpulkan pundi-pundi uang yang akan disumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan. Ada juga yang reaktif dengan segala aktifitas pemerintah, turun ke jalan-jalan memprotes kebijakan pemerintah maupun ketiad adilan yang sedang terjadi di bangsa ini. Ada juga pemuda yang aktif menjadi delegasi duta-duta wisata dan menjadi duta lainnya dengan misi presentasi kebudayaan Indonesia di seluruh Indonesia dan luar negeri.

Pemuda-pemuda ini yang saya temui ketika saya mengikuti kegiatan kepemudaan selama dua tahun belakangan. Mereka luar biasa, saya pikir. Dan ketika saya mengenal mereka lebih dalam, ya saya benar! Bahkan ada yang berlatar belakang keluarga orang kaya tapi siapa sangka ia pernah merantau ke Pulau Jawa hanya bermodal nekad untuk kuliah (dan itupun kuliahnya sampai semester akhir karena sangking keasyikkan jalan-jalan hahaha...) pernah mengelilingi pulau Jawa, menjelajahi gunung dan lautan, jika pertama berjumpa dengan abang saya ini anda tidak akan menyangka mengenai pengalaman hidupnya yang luar biasa. Dan beliau adalah seorang dosen sekarang! Tapi masih aktif dengan kegiatan kepemudaan, menjadi alumni sekaligus senior saya di Kapal Pemuda Nusantara. Tidak hanya beliau, ada juga alumni dan juga senior saya masih dari program kepemudaan yang sama. Pengalaman hidupnya mungkin lebih berat dari saya, ia berasal dari tanah serambi Mekkah merantau ke Pulau Batam kuliah dengan hasil keringat sendiri tetapi tetap aktif di organisasi bahkan sampai menjadi delegasi untuk Kedutaan Indonesia di Texas, negara bagian Amerika Serikat dengan misi memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada bule-bule disana. Bukan hanya pemuda saja, cerita tentang para pemudi yang saya kenal ini juga bisa menginspirasi kamu. Saya mengenalnya setahun lalu lewat program yang sama, anak perempuan yang super aktif ini memang luar biasa. Sudah malang melintang kesana sini dengan program kepemudaan yang segudang diikutinya, pakaiannya sederhana, sopan dan berkerudung. Senyum selalu terkembang ketika ia bertemu dengan siapapun. Mahasiswa yang aktif di salah satu Perguruan tinggi di Prov Lampung ini memiliki segudang prestasi, menjuarai kompetensi pidato se-provinsi. Jalan-jalan keliling Pulau Jawa sambil menyepi di sebuah desa di Jawa Timur untuk belajar Bahasa Inggris. Siapa sangka sekarang sedang ada di Jepang untuk mengikuti Jenesys 2014 di Perfektur Chiba. Kemudian ada cerita juga mengenai pemudi dari Aceh, beliau ini kakak kesayangan saya. Kami mengembangkan gagasan untuk mendirikan sebuah organisasi social pemuda peduli masyarakat perbatasan, Nagekeo Care Island. Bekerja sebagai pegawai honor di lingkungan Pemko Aceh tetapi tidak mau mengangkat dagu dengan masalah social di lingkungannya. Jujur, saya takjub. Bahkan selama perjuangan awal kami mendirikan organisasi beliaulah orang yang paling aktif dalam mencari bantuan dana untuk melancarkan kegiatan perdana organisasi kami. Sudah menginspirasi kamu?

Pemuda Pelopor yang sebenarnya, mendengar cerita mengenai perjuangan mereka hingga sampai pada tahap sekarang saya berkata kepada diri saya, saya adalah permulaan. Sampailah kepada titik itu atau lampauilah!

Lalu kemudian saya merenung, jika saya mengikuti kegiatan ini. Mondar mandir kesana sini, saya tidak akan mampu untuk melakukannya. Jujur saya tidak bisa membagi waktu dengan semua hal itu. Bahkan setelah kepergian ayah, saya menjadi lebih bertanggung jawab dengan kesejahteraan keluarga. Menjadi anak pertama mengharuskan saya melanjutkan pekerjaan ayah untuk mencari uang menghidupi ibu saya yang sudah mulai merenta. Saya sadar diri, saya tidak bisa selamanya melakukan kegiatan-kegiatan tersebut (meskipun menyenangkan bagi saya melakukannya.red) karena ada tanggung jawab lainnya yang tidak bisa saya hindari.

The Independent Youth, Rise For Dreams!


I dedicate this post to all my friends in Indonesia that on this day, this moment and until today still strive to pursue his dream.
Indonesia has 69 years of independence. Then, how long will we have independence? My friends ...
Independence of this country as a struggle in which the heroes are the youth. Young men who have a life full of passion and a burning determination to yell independence when the people of Indonesia for 3.5 century had fallen asleep under the armpit invaders.
Youth are the hard-to-head kidnap her the number one in this country for the sake of all the people of Indonesia to boldly declare that they are independent people.
And you know, once Soekarno-Hatta also is youth. Long before they became one of the most respected by the Fathers, Mothers, Youth and Young women. They are also used to youth, youth active, reactive and responsive to all the social problems in the country. Being the president and vice president is the culmination of their hard-earned struggle.
Then, what about our national heroes who died in battle against the invaders? They are full of souls. The souls that fear. Mentally full of shame. Shame that his country viewed as weak by other nations, so afraid of the weak and oppressed and arbitrarily fooled. The soul is filled with a sense of nationalism. Most of them that is, is the youth!

Youth, our soul is spirit flames. Our thinking is in line burning explosive reaction like uranium. As high as the peak of Merapi, which covered the shade of clouds, along the fast-flowing river Musi boils down to the ocean.
Cheer up, our road is long. We often cry middle of the night, do not sleep soundly and cursing myself for feeling wrong and failed to do anything. Steer clear of those we love because they feel they do not love us, allow ourselves to be frozen in solitude. Then we reflect, we search for ourselves.
Our struggle, comrades. Is against ourselves. Ignorance, laziness, lack of want of knowledge, apathy and hedonists are invaders that we have to kill and destroy. Do not let our young people were eagerly lackluster, because we give up the pursuit of dreams. Thesis, graduation, job application and rejected love is a matter of course. We're super young! Let's just say all of the tip of the nail, underestimate them. Shortchange to consider it very easy to be overcome, the spirit we were even able to break through the wall of china, only the spirit alone? No, hard work. Do Action!
The spirit of the new capital was the main man! There is still that we have to do. Further stand, move and ran chasing the dream. Friends who I know, definitely got the spirit. It may even exceed yangs I have. If we do not have a property to be proud of, banggakanlah our knowledge, if we lack knowledge banggakanlah our passion for learning!
"If people like us do not have goals, then we will die!" Arai and my Father.

Pemilih Cerdas: Dari A-Z


Alhamdulillah, setelah melalui proses pemilihan yang insyaallah demokratif 100% Indonesia memutuskan bahwa Bpk. Joko Widodo dan Bpk. Jusuf Kalla diberi kepercayaan oleh rakyat untuk memimpin pemerintahan selama 5 tahun kedepan. Meskipun baru akan dilantik di bulan Oktober mendatang tetapi euforia kemenangan oleh para pendukung kedua orang hebat ini benar-benar luar biasa dengan tak henti-hentinya mengucap rasa syukur dan melakukan berbagai aksi unik dan luar biasa sebagai ungkapan kebahagiaan mereka.
Pemimpin Indonesia dipilih secara LUBER (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) sejak tahun 2004 untuk pertama kalinya. Rakyat berhak menentukan secara langsung siapa yang akan menjadi wakil mereka di kursi pemerintahan setingkat Gubernur dan Walikota, DPR/ DEwan Legislatif hingga Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pemilihan Umum dilakukan dengan cara voting terhadap nama-nama calon pemimpin dan pejabat. Pemilu adalah kegiatan yang berlangsung 5 tahun sekali sesuai dengan masa jabatan yang diberikan kepada setiap wakil rakyat yang terpilih.
perbedaan penyelenggaraan pemilu pada tahun 2014 dengan pemilu sebelumnya yang diselenggarakan dengan sistem yang sama pada tahun 2004 dan 2009 secara signifikan adalah pada saat proses kampanye rakyat dapat menilik secara lebih rinci mengenai profil calon pemimpin dan pejabat yang akan mereka pilih.

seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat untuk lebih mengetahui tentang latar belakang dan karakter sebenarnya dari calon pemimpin mereka, bermunculan website dan organisasi-organisasi non-partis yang menyediakan informasi mengenai prestasi, kinerja, hingga kasus atau masalah yang sedang dan pernah terkait dengan si caleg/ presiden/ walkot/ gubernur. situs seperti checkyourcandidates.org; dekritrakyat.or.id dll  menyajikan detail profile yang dapat kita share ke setiap media sosial yang kita miliki.
Media social juga tidak lepas peranan pentingnya dalam hal mengkampanyekan para calon-calon presiden. peng-kubu-an para pendukung capres satu dan capres lainnya sangat jelas terlihat ketika setiap orang yang memiliki akun sosial media saling memposting calon presiden pilihannya ke akun media sosial mereka, hal ini juga menimbulkan konflik dan benturan ketika setiap orang yang memiliki calon presiden favorit beradu argumen mengenai siapa calon presiden yang lebih baik. Ketika berbicara tentang serangan-serangan antar pendukung, hal ini juga tidak lepas dari strategi para tim sukses masing-masing calon yang berusaha mempengaruhi masyarakat agar memberikan suara mereka pada capresnya di pemilu nanti, bahkan tidak jarang juga terjadi kasus black campaign.Ketika berbicara mengenai Black Campaign sendiri, kita tidak bisa selamanya menyalahkan tim sukses salah satu pasangan capres yang sengaja menyebar isu-isu palsu menganai lawan capresnya. Ini bisa saja muncul dari fanatisme para pendukung capres yang ingin agar capres lawannya tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat. Bahkan tidak jarang perkelahian dalam bentuk serangan-serangan verbal dalam bahasa komunikasi digital maupun media cetak dan elektronik yang tidak pantas karna mengandung sara dan bersifat sarkasme.
Nah, setelah memahami berbagai dinamika yang terjadi selama proses mengetahui siapa calon presiden/pemimpin kemudian hingga sampai ke tahap pemilihan ada sedikit refleksi yang ingin saya sampaikan. Pernahkan kita, mungkin sebagai pendukung salah satu calon presiden (baik yang akhirnya terpilih maupun yang tidak terpilih) berpikir akan sampai sejauh manakah kita mendukung calon presiden pilihan kita nantinya? Ataukah tiba-tiba muncul fanatisme karena hanya ikut-ikutan meramaikan suasana? Atau malah hanya ingin ikut meraup keuntungan dari pendukung salah satu caleg? Nah apapun itu, yang paling penting adalah jika anda benar-benar seorang pemilih yang cerdas, bukan cuma sekedar ikut-ikutan dan memang punya alasan dan landasan ideologi sendiri kenapa memilih capres dan cawapres tersebut maka wajiblah bagi kita untuk tetap terus mendukung kinerja bukan hanya pada saat ia mencalonkan diri saja, bukan hanya sebatas waktu kampanye saja dan bukan hanya ketika beliau terpilih menjadi presiden dan wakil presiden saja. Pemilih cerdas adalah pemilih yang benar-benar tau kapan dan bagaimana ia harus mendukung pemimpin pilihannya. Bagaimanapun sosok yang ia pilih pastinya adalah sosok yang dipercaya punya kualitas dan kredibilitas yang bisa dipertanggung jawabkan.

Jadi, untuk yang sudah memilih Bpk. Jokowi dan Bpk. Jusuf Kalla ayo terus dukung mereka bukan hanya sebatas kampanye dan pemilihan saja. Dukung kinerja mereka ke depan dalam memimpin bangsa Indonesia. Jangan lupa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang santun dan tetap menjaga keutuhan Republik Indonesia dengan tidak menyebarkan isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat terutama untuk yang pendukung calon presidennya tidak terpilih.
Untuk Indonesia yang lebih baik, untuk Pemimpin Pilihan Rakyat! :)

Pulo Nasi Care Island Project (Part II: Youth Care Project Activity in Aceh)

Pemuda MAJU!
Mandiri, Aktif, Jenius dan Up to date ... ini cerminan pemuda Indonesia, kamu juga kan?
Punya rasa cinta yang luar biasa buat negara itu suatu yang ngebanggain banget, apalagi bisa ngasih pengabdian dan pengorbanan yang tulus. Pemuda, kita semua. Ayo terlibat dalam kegiatan positif yang bisa banget berguna buat diri kalian sendiri bahkan orang lain!
Nah, ini salah satu caranya. Project Peduli Pulau Nasi ini adalah salah satu kegiatan sosial yang berbasis kecintaan pada kebaharian Negara Indonesia. Di project ini, nantinya akan ada kegiatan pelatihan kewirausahaan buat masyarakat Pulau Nasi yang mayoritasnya bekerja sebagai nelayan.
Pulau Nasi punya keindahan dan sumber daya kelautan yang luar biasa. Laut yang masih terjaga kebersihannya ini menyimpan aneka keragaman hayati kelautan. Ikan yang cantik-cantik dan terumbu karang yang masih utuh. Tapi sayang, karena pengetahuan masyarakat yang terbatas buat ngelola sumber daya alam ini bikin kehidupan sosial ekonomi mereka jauh tertinggal. Maka dari itu, youth project kita ini bakalan ngasih pelatihan kewirausahaan buat nelayan-nelayan dan ibu-ibu rumah tangga yang ada disana buat nyiptain inovasi terbaru dari pengolahan hasil tangkap ikan dan panen rumput laut.
Trus hebatnya sasaran project ini bukan cuma buat orang-orang dewasa di pulau, tapi juga anak-anak sekolah yang tinggal disana. Kita bakal ngediriin taman baca yang kita kasih nama Taman Baca Merah Putih. Taman baca ini berguna sebagai pusat berbagi dan mencari ilmu pengetahuan selain dari sekolah mereka. Anak-anak di Pulau Nasi sekolah dengan kondisi yang ngeprihatinin dengan guru yang seadanya dan ga ada banyak buku-buku pelajaran bermutu dan up to dateyang bisa mereka pake buat nyari ilmu pengetahuan. Mereka udah jauh ketinggalan dengan anak-anak laen yang masih bisa disekolahin sama orangtuanya di sekolah yang mewah lengkap dengan fasilitas komputer, alat-alat olahraga dan kesenian serta punya banyak teman-teman disekolahnya. Disini, di Pulau Nasi anak-anak yang bisa sekolah cuma sedikit. Gurunya juga seadanya. Ada satu orang guru yang bahkan datang jauh-jauh dari Kota Aceh buat ngajar mereka meskipun gaji yang didapat ga seberapa.
Seperti yang kita ketahui nih, anak-anak itu calon penerus generasi bangsa yang paling utama. Belajar itu salah satu upaya buat mencerdaskan kehidupan umat manusia. Belajar mencintai Negara Indonesia juga bisa menumbuhkan semangat nasionalisme sejak dini. Kalo dari kecil mereka udah dibiasain dengan belajar mencintai dan menghargai negaranya, ntar kalo udah gede inilah cikal bakal pemimpin dan orang-orang sukses.
Kenapa kewirausahaan dan pendidikan wawasan kebangsaan? Trus apa hubungannya dengan menumbuhkan semangat Nasionalisme? Nah, disinilah tugas pemuda buat berpikir logis. Masyarakat akan cenderung berpihak pada apa yang ngebuat mereka sejahtera. Kalo dilihat dari banyaknya kasus masyarakat yang tinggal didaerah perbatasan dengan kondisi ekonomi sosial yang terbelakang, mereka pasti cenderung mencari penghasilan dari sumber pangan di luar perbatasan negara kan? Bahkan ada yang sampe ga tau dia itu sebenarnya warga negara mana. Sama kayak WNI yang udah lama tinggal diluar negeri dan malas  Bukan karena kurangnya perhatian pemerintah, tapi semua itu karena mereka lebih nyaman dengan negara yang udah ngecukupin kebutuhan sehari-harinya. Maka dari itu, kita punya ide buat gimana caranya masyarakat yang tinggal di Pulau Nasi yang masuk kawasan pulau terluar dan perbatasan negara ini bisa sejahtera secara sosial ekonomi dan pendidikannya. Dengan sejahteranya kehidupan mereka, masyarakat Pulau Nasi akan menyadari bahwa mereka juga bagian dari Negara Indonesia yang masih diperdulikan dan diakui keberadaannya.
Sementara sasaran kegiatan kita disana antara lain:
1. Pendirian Taman Baca Merah Putih
2. Pengenalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara serta gathering bersama anak-anak Sekolah Dasar 3. Pelatihan Komputer
4. Pelatihan Pemeliharaan Terumbu Karang
5. Pelatihan Daur Ulang Sampah
6. Pemugaran situs bersejarah Raja Dikandang
7. Perekrutan 2 pasang siswa sekolah yang akan di beri beasiswa di SMK Grafika
Udah paham kan konsep project kita? Nah, waktu ngikutin program LNRPB/KPN Sail Komodo kemaren ini, banyak banget pemuda yang envy dan tertarik buat terlibat dalam kegiatan volunteering kita. Berikut nih daftar nama pemuda-pemuda Indonesia yang hebat dan sukarela itu:
1.  Windi Winata     (Kalimantan Timur)
2 . Noni Pertiwi     (Sumatera Utara)
3.  Kartika Sari     (Bangka Belitung)
4.  Meldawati     (Sumatera Barat)
5.  Pipin Tradesi    (Bengkulu)
6.  Roma Uli    (Bengkulu)
7.  Ike Aprilia    (Bengkulu)
8.  Lisa Rama Sari    (Sumatera Barat)
9.  Dinasti Mularsih    (Sumatera Barat)
10.Dewi Ayu Puspitasari    (Sumatera Selatan)
11.    Melyana Siaahaan    (Jakarta)
12.    Muhammad Allan Serunting    (Bengkulu)
13.    Abdurrahman    (Jakarta)
14.    Listiati Nainggolan    (Lampung)
15.    Bayu Pramono    (Lampung)
16.    M. Agus Hardiansyah    (Kalimantan Barat)
17.    Catharina Maria    (Jakarta)
18.    Miranda    (Jakarta)
19.    Indra Putra Sauki    (Lampung)
20.   Sonya Marghareta Ur    (Papua)
21. Fikar Sugiawan (Banten)
22. Lutfhi Achdian Fahmi    (Jakarta)
23. Rafiqa S. Putri    (Jawa Timur)
24. Etna Khairullah    (Kepulauan Riau)
25. Faizal Afnan    (Yogyakarta)
26. Wahyu Okta Rinanda    (Riau)
27. Sahabuddin    (Nusa Tenggara Barat)
28. Jeandika     (Medan)
29. Nurfadhilah    (Selawesi Tenggara)
30. Yulis Septiani Astuti    (Jakarta)
31. Irfa Ismatullah    (Jakarta)

Buat temen-temen yang belum kebagian kesempatan buat jadi volunteer kegiatan sosial kita masih bisa mendukung dengan cara lainnya. Temen-temen bisa membantu buat nyalurin sumbangan buku-buku pelajaran dan buku-buku bacaan untuk Taman Baca Merah Putih yang akan dirikan disana nanti. Buku-buku pelajaran dan buku pelajaran ini yang biasa dibaca oleh anak-anak Sekolah dasar dan bagi teman-teman yang tidak tahu kemana harus mengirim buku-buku yang akan disumbangkan, silahkan kirimkan ke alamat dibawah ini:
An. Ettna S Khairullah
Raffles Education Center, Jl Tugu Pahlawan, Kota Tanjungpinang, Prov Kepulauan Riau (0819 9159 2192)


Selain itu teman-teman juga bisa mendonasikan dalam bentuk rupiah sesuai keikhlasan dan kemampuan teman-teman. Rupiah-rupiah yang teman-teman sumbangkan insyaallah akan digunakan untuk membeli seragam dan peralatan sekolah mereka nantinya.  Lima atau sepuluh buku, seratus ribu atau dua ratus ribu rupiah mungkin kurang begitu berarti apa-apa buat temen-temen, tapi mereka anak-anak di Pulau Nasi akan merasa sangat merasa berterima kasih dan bersyukur jika teman-teman mengulurkan sedikit bantuan agar mereka dapat belajar dan menuntut ilmu dengan layak.
Buat temen-temen yang ingin menyumbangkan sedikit rupiah bisa juga melalui:  

No. Rek 091746.4971 (Bank Mandiri Syariah) 
An. Ettna S Khairullah
 
Ayo berbuat sesuatu untuk negerimu. Tunjukkan pada mereka bahwa Indonesia masih memperhatikan pendidikan tanpa pilih kasih. Kepedulian teman-teman akan menjadi jembatan penghubung kepada masa depan anak-anak di Pulau Nasi untuk menjadi orang-orang sukses di masa yang akan datang yang dapat di amanahi Negara Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi :)

Nasi Island Care Project (Part I:Youth Social Project in Aceh)

Indonesia is one country in the world that has been granted by God Almighty in the form of natural resources that exist on land , water , and air that is in the territory of Indonesia . Indonesian civilization has more than 68 years and its behavior based on the nation's cultural independence ideology, Pancasila and the 1945 Constitution . Ideals to be realized is the realization of a fair livelihood and prosperous nation both materially and spiritually . As a country which is under construction and developing , Indonesia perform development is essentially complete Indonesian human development and the development of Indonesian society based on Pancasila . As an island nation with 80 % of its territory and 20 % in the form of a marine land, the biggest potential threat to the sovereignty and territory of Indonesia are in the sea . This percentage becomes higher threat due to the geographical position of Indonesia is on the path of world trade . Each day , hundreds of thousands of boats both commercial and military vessels in Indonesian waters passing through the Sea Lanes of Communication ( SLOC ) and Sea Lines of Oil Trade ( SLOT ) .Aceh is one of the provinces in Indonesia, which also has a lot of potential for ecotourism through its islands are exotic . One small island is the famous Nasi Island , located in the northeast of the island of Sumatra and in the northwest Weh Island . Nasi Island coordinates are 53 ° 7'0 "N and 95 ° 7'0 " longitude . Nasi island is administratively included in the subdistrict of Pulo Aceh , Aceh Besar .With these premises , need to be developed sense of nationalism to the people in the Rice Island . GAM ever made ​​Nasi island as his headquarters would leave little generation of people who are still under the influence of the GAM . In addition, the island lies at the edge Nasi Indonesia also influence this issue . Fostering a sense of nationalism that will help build and maintain a national defense Nasi Island communities through entrepreneurship education and the potential for marine tourism on the island .foundation Activity1 . Law No. 6 of 1974 on the Principles of Social Welfare .2 . Law No. 39 Year 1999 on Human Rights .3 . Law No. 20 Year 2003 on National Education System .4 . Results show the percentage of group 5 in LNRPB / KPN Sail Komodo 2013 Ministry of Youth and Sports .
 
Target ActivityThe purpose of the activities in this proposal are as follows .1 . Increase the sense of nationalism in Nasi Island .2 . Nasi Island boost the economy by introducing and promoting nautical tourism on the island .benefitThe benefits of this proposal are as follows .1 . Increase social welfare by empowering local communities with entrepreneurship .2 . Efforts to promote marine tourism potential in Nasi Island .3 . Add insight coastal communities , especially Nasi Island , about the resilience of nationalism .4 . Improve coastal infrastructure .5 . Increase awareness and empower young people of Indonesia to the improvement and development of public education in Indonesia.
Shape and Target Activity1 . The Read House Red and White

            
Red and White house Read is a program of non-formal education services through the provision of learning in Nasi Island . This program is a concept that combines the read value of education , culture , creativity , and character development of nationalism for the children who live in coastal and rural areas that have limited access to the library . Read through the house , we want to improve the quality of education in Indonesia by encouraging the spirit of change agents among the youth and the children of Indonesia , as well as giving them semanagat defend the state to help them . We also teach them about the culture of Indonesia , such as traditional dances , traditional musical instruments or forgotten folk song which starts today .

            
Read this with our house wanted to prove that the limitations of instructional media , children in coastal areas could get as good as the quality of education in urban children .2 . Edu -Travel

            
Edu -Travel is an educational travel program in Nasi Island for foreign tourists or domestic tourists . Edu -travel not only provides an opportunity for tourists to enjoy the natural resources and potentials as well as gain new knowledge and experience for Rice Island , but also provide an opportunity for tourists to teach science as well as his talents to the children on the island of Rice . The program aims to increase national and foreign tourists to know more about the potential and wealth in Nasi Island .

            
The activities - activities in Edu -Travel is as follows :

1 ) Visit the tourist attractions ( museums or historic sites )2 ) home stay community3 ) Swimming and snorkeling4 ) Teaching at Home Read Hope .

The place and time of activitiesThe place and time of activities is as follows :1 . The Read House Red and WhiteTime : January 11, 2014 and onwardsVenue: Nasi Island , Aceh2 . edu Travel

     
Time : 11-19 January 2014

     
Venue: Nasi Island , Aceh
TERMS OF SPONSORSHIP

    
Each sponsorship is required to sign the sheet willingness to participate .
    
Sponsor willingness to be received by no later than the date the committee on : December 6, 2013If the partnership agreement made ​​after the deadline above, the sponsor will lose points in the form of a poster and leaflet contra . And can be replaced with another contra accordance with the agreement without reducing the value of initial links

    
Final certainty sponsor participation on December 11, 2013.
    
Sponsor delivery of design ( logos , slide / advertising , etc. ) is limited to the December 13, 20135 . Payment is made in two stages:Stage 1 : Pay the down payment of at least 50 % of the contract value , payable upon signing of the agreement .Phase 2 : Remaining payments submitted no later than 1 week prior to the implementation of activities , and can be paid as much as 2 times .

    
Sponsor materialsa. Sponsor materials provided by the sponsor and must be approved by the committeeb . Sponsor materials can be provided by the Committeec . The committee is not responsible for errors if the sponsor received publications of the Committee in the form of sod . Sponsor materials are not allowed to use words like advocate : eat , drink , buy , etc.e . Publicity materials must be submitted to the committee by the date specified
                                 
Contact Person:
                                       
Lutfi Achdiyan Fahmi ( Chief Executive ) 08,562,004,633

    
The committee did not rule out the occurrence of cooperation in the form of degan sponsor another offered8 . Repayment and deliveryContractual agreement executed by the chairman of the committee and their staff with the company concerned .


    
Cancellation Sponsorship· From The Sponsorsa. Sponsors that have paid off totaldi pay advance , 60 % belong to the committeeb . Sponsor is not paid in full before the day of the total cost , 75 % belong to the committeec . Resignation after the date of December 27, 2013 subject to full payment penaltiesd . Beyond the foregoing, the committee has the right to determine the wisdom· From the Party CommitteeWill be refundable received by the committee10 . Force MajeurIn case of Force Majeur , among others, caused riots, natural disasters , strikes and other matters beyond the ability of the committee , so as to influence and lead to delays in the implementation of activities , then all parties are not entitled to compensation .

    
Payment can be made via bank transfer to :Mandiri SyariahNo.rekening : 091746.4971CP :

                        
Ettna S Khairullah (081991592192)

            
email :

                        
khairullah.etna@ gmail.com
Indonesia is one country in the world that has been granted by God Almighty in the form of natural resources that exist on land , water or in the air that are in the territory of the island Indonesia.Salah in Indonesia which have still not received more attention from the government is an island rice which is located in the province. island rice is still not getting the attention of the local government but has the potential of natural and marine incredible . In terms of education , access , infrastructure and education at Rice Island is still a concern and requires a lot of attention . one of the programs on offer is a program based on the National Defense Edupreneurship to the community that is in Nasi Island . Edupreneurship or Entrepreneurship Education is in the form of education to local communities and the development of entrepreneurial potential of existing natural resources that make an area that would potentially natural resources and human resources can be developed prekonomianya and with common goals to keep a sense of nationalism .