Showing posts with label Peduli. Show all posts

Sumpah Pemuda, Sumpah Berbahasa Satu : Bahasa Indonesia !

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.



Mudah saja. Isi sumpah pemuda memang  cuma tiga baris. Menghapalkannya juga tidak susah, bertumpah darah satu. Berbangsa satu. Berbahasa satu, Indonesia. Nah, dibalik ketiga kalimat keramat tersebut tentu teman-teman sudah mengetahui sejarah bagaimana para pemuda yang tergabung dalam suatu forum memperjuangkan nasib persatuan bangsa Indonesia dalam suatu kesatuan yang mengikat kita, dalam persamaan secara nasional. Sumpah Pemuda, ikrar pemuda untuk memiliki sesuatu yang dapat saling mengikat kebhinekaan masyarakat Indonesia tanpa memecah belahkan, tanpa mendiskriminasi suatu suku, agama maupun ras dan memupuk jiwa persatuan rakyat Indonesia untuk semangat memperjuangkan kemerdekaan.

Dalam kalimat terakhir dituliskan Bahasa Indonesia merupakan suatu formula yang juga dicetuskan kedalam Sumpah Pemuda untuk mengindikasikan bahwa suatu Bahasa yang dapat dimengerti dan digunakan oleh setiap orang akan membuat si pengguna Bahasa tersebut untuk merasa saling memahami antara satu sama lainnya, yaitu Bahasa Indonesia.

Oke, setelah membaca sedikit prolog dari saya diatas. Pernahkah teman-teman berpikir dimana kita dapat menemukan Warga Negara Indonesia yang menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar? Di lingkungan kantor pemerintahan, di sekolahan dan di forum-forum. Tempat-tempat yang sangat formal. Dan bagaimana dengan bahasa komunikasi yang kita gunakan sehari-hari dengan teman-teman sebaya maupun teman di lingkungan non-formal, bisa dikatakan kacau balau. Mungkin pernah ada yang mendengar orang-orang disekitar kamu mengatakan hal berikut ini:

1. "Ya kan ga' make sense aja gitu lho dia bisa ga worth it sama keadaan kita."
2. "Better kalo kita bisa doing something buat orang lain. Ga jadi orang yang selfish."
3. "Ntar malem chill out yuk ama anak-anak kita have fun bareng!"
4. "Saya recomended banget dengan tempat makan ini selain rasanya enak service nya juga memuaskan."

Perhatikan ada selipan bahasa asing ditengah-tengah kutipan percakapan yang saya contohkan diatas. Mungkin juga teman-teman sering mendengar atau bahkan juga merupakan orang yang secara tidak sadar juga menggunakan cara berbicara seperti diatas.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa menggunakan Bahasa Inggris sangat baik dalam menunjang pengetahuan global kita, tentunya itu juga membantu meningkatkan pengetahuan berbahasa. Tetapi bila menggunakan bahasa asing dan bahasa indonesia secara bersamaan alias dicampur-campur seperti diatas apa tidak terdengar kacau bagi yang mendengarnya? Tentu tidak enak didengar telinga juga kan.

Katanya sih, untuk alasan kenapa mencampur-campur bahasa indonesia dengan sisipan bahasa asing lebih mempermudah dalam pengucapannya. Ada juga yang mengatakan bahwa kadang-kadang istilah bahasa indonesia itu sudah banyak tidak diketahui, orang-orang lebih familiar dengan kata-kata asing. Nah, ada pula yang mengatakan dengan menggunakan istilah asing kita akan lebih mudah diterima di pergaulan karena dianggap lebih "mempunyai kelas" dalam cara bicara. Wah, banyak sekali ya alibinya yang mendukung untuk lebih memilih menggunakan istilah asing agar bisa dicampur dengan bahasa indonesia.

Tidak tau kenapa, tiba-tiba saya jadi teringat dengan cara bule yang sedang belajar Bahasa Indonesia dan mencoba berbicara kepada orang Indonesia asli. Pasti Bahasa Inggris-nya dicampur-campur dengan Bahasa Indonesia khas dengan logat kebule-bulean mereka, yah kalo mereka sih sudah jelas ya lebih menunjukkan ketertarikan (bukan interest lho!) dalam mempelajari Bahasa Indonesia karena menganggap menghormati bahasa tempat dimana mereka menginjakkan kaki. Nah, bagaimana dengan kita? Ini kan tanah air Indonesia. Lalu apa alibi kita tertarik untuk mempelajari bahasa asing di tanah sendiri? Untuk meyakinkan bangsa asing bahwa kita adalah bangsa yang tidak juga tertinggal dalam perubahan globalisasi. Hmmh, mari saling refleksi diri!

Oh ya, ada satu pelajaran lagi mengenai kenapa suatu bangsa dapat diakui oleh bangsa lainnya bahkan diseluruh dunia hanya karena bahasa yang mereka gunakan. Apa bahasa yang paling besar didunia ini? Inggris, Cina dan Jepang. Itu jawabannya. Mungkin untuk sejarah kenapa Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional kita sudah bisa mahfum karena daerah jajahan inggris pada jaman kolonial hampir ada diseluruh belahan dunia sehingga bahasanya pun secara langsung mempengaruhi perkembangan penggunaan bahasa percakapan disetiap daerah bekas jajahan Inggris. Kemudian bagaimana dengan bahasa Cina dan bahasa Jepang? Cina dan Jepang memang tidak mempunyai wilayah penjajahan seluas Inggris, bahkan Cina hampir tidak pernah menjajah wilayah lain. Jepang juga hanya berusaha memasuki beberapa wilayah negara di sebagian kecil Benua Asia Timur. Tapi ketika anda datang ke negara mereka, pernahkan anda melihat orang-orang yang anda tanyai arah jalan berbicara dengan menggunakan bahasa turis atau bahasa inggris? Tidak, tapi kitalah yang akan berbicara dengan Bahasa Jepang kepada mereka. Karena ketika kita berkunjung ke Negara Cina maupun mencari pekerjaan atau bersekolah di Negara Jepang bahasa negara merekalah yang akan kita pelajari. Jika tidak, kita tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang-orang disekitar.

Hebat ya, negara sekecil Jepang saja bahasanya sudah dapat diakui secara mendunia. Meskipun tidak seluruh dunia berkomunikasi menggunakan bahasa negara mereka tapi setiap orang yang datang kesana pasti wajib untuk menggunakan bahasa yang berlaku dinegaranya. Itu sebabnya karena mereka sendiri mengakui keberadaan bahasa nasional dan mereka bahagia menggunakannya. Lalu bagaimana dengan kita?

Masih ingin mencampur-campurkan kata-kata asing kedalam Bahasa Indonesia ketika berbicara dengan teman agar terdengar lebih "International" ? Biar terdengar seperti bule yang baru belajar bahasa indonesia ya! Kalau saya sih lebih memilih terdengar ndeso waktu bicara asal para pahlawan, pemuda Indonesia yang dengan susah payah merumuskan formula Sumpah pemuda tidak sedih ketika saya mengacak-acak bahasa persatuan yang mereka perjuangkan agar dapat digunakan oleh seluruh rakyat Indonesia agar merasa memiliki jiwa persatuan. Coba perhatikan, dimana lagi kita lihat bangsa lain yang menggunakan Bahasa Indonesia, dinegara mana? Hanya di Indonesia. Bukankah bahasa kita sama uniknya dengan Bahasa Cina dan Bahasa Jepang? Ayo cintai Bahasa Indonesia, turis-turis yang baru tiba di bandara mengucapakan "Apa kabar?" kepada petugas bandara, orang Jepang menanyakan nama makanan yang mereka makan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, dan kalau bisa suatu hari nanti presiden dan menlu yang datang ke Negara Indonesia akan menggunakan Bahasa Indonesia untuk berbicara dengan presiden kita. Hebat bukan?
 

Saya Hanyalah Orang Bingung

Tadi diperjalanan ke perpustakaan daerah
Ada anak kecil penjual koran
Mangku koran-korannya sambil ketiduran
Sepertinya dia capai setelah bersekolah langsung bekerja
Dari mana saya tau dia bersekolah, atau mungkin dia tidak bersekolah
Saya pikir pemandangan seperti ini hanya ada dikota-kota besar saja
Bukankah Tanjungpinang kota yang Besar?
Saya Bingung

Sebelumnya, di lampu merah
Sejak kapan ada speaker diatas lampu lalu lintas di perempatan batu 4
Mungkin pikir saya,
Yah, Beginilah bapak dan ibu polisi
Kalau para pengendara di Tanjungpinang masih anak-anak semua
Memang harus diberi aba-aba yang jelas dalam berlalu lintas
Apa di semua daerah di Negara Indonesia juga punya peraturan lalu lintas yang bisa ngoceh sendiri di lampu lalu lintas?
Saya juga bingung

Hmmh, Memangnya siapa yang perduli kalau saya bingung
Ya Sudahlah....
Saya mau cari pacar (lagi) dulu ah....

28 Januari 2011

Paradoks Identitas Nasional dan Patriotisme Warga Negara



 Akhmad Zainuri, 23 tahun, pemuda asal Malang ini berhasil menciptakan Brailevoice yakni keyboard komputer dengan huruf brailie yang dapat mengelurkan suara huruf sesuai dengan tombol yang ditekan.

Bukan hanya itu, pemuda lulusan fakultas tehnik Brawijaya ini juga menciptakan alat yang berkerja secara otomatis untuk menurunkan kadar air dalam madu.

Zainuri merupakan salah satu dari 10 pemuda berprestasi atau Pandu (Pemuda Andalan Nusantara) yang menerima penghargaan dari Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga.

"Mereka harus kosisten menjalan karyanya selama paling sedikit 2 tahun," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault di Jakarta.

Menurutnya, proses penyeleksian dilakukan di seluruh daerah Indonesia. Seluruh pemuda prestasi dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, teknologi, wirausaha, budaya, dan pariwisata disaring untuk memilih yang terbaik.Facebook
Indonesia had a profitable day as their two World champion pairs made the finals. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (right) will be in line for a hat-trick of Mixed Doubles titles when they face Olympic champions, Zhang Nan/Zhao Yunlei of China, in a repeat of last year’s final. The Indonesians destroyed Korea’s Ko Sung Hyun/Kim Ha Na 21-13 21-11 in just 31 minutes.
Men’s Doubles World champions Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan too made a quick meal of their compatriots Markis Kido/Gideon Markus Fernaldi. The favourites won the exchanges in a blitz and, with Fernaldi struggling to contain his nerves, the French Open champions were in all sorts of trouble. Few rallies went beyond five or six strokes as Setiawan and Ahsan caught their opponents with their flicks and drives and tight netplay. Fernaldi smashed into the net on the first match point to hand a 21-7 21-12 victory to Ahsan/Setiawan. The match was over in just 22 minutes.BWFBadminton
 BANGKALAN-Peringatan hari Sumpah Pemuda diwarnai tindakan anarkis. Itu setelah terjadi bentrok antara polisi dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bangkalan. Dalam bentrok tersebut sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka akibat dibogem oknum aparat kepolisian. Tindakan anarkis tersebut terjadi saat mahasiswa mencoba menerobos barisan polisi yang berjaga di depan kantor DPRD Bangkalan.Jawa Pos


Identitas nasional adalah sebuah deskripsi nyata akan adanya  kedaulatan sebuah  bangsa. Sebab dengan sebuah jati diri, bangsa dapat diakui oleh bangsa lainnya. Yang menjadi akar permasalahan disini adalah ketika warga sebuah negara tidak memiliki rasa kebanggaan terhadap negaranya sendiri. Maka yang perlu kita lakukan adalah menganalisa latar belakang timbulnya perasaan antipati tersebut. Apakah bangsa ini sedang mengalami krisis identitas nasional?
Identitas nasional secara etimologis berasal dari kata identitas  dan nasional . Kata identitas  sendiri  berasal dari kosa kata berbahasa inggris identity yang memiliki pengertian harfiah, ciri, tanda /jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau sesuatu sehingga membedakan dengan  kata yang lain.
Istilah identitas nasional  secara terminologis adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yangs ecara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa yang lain. Berikut adalah beberapa unsur yang membentuk identitas nasional:
1. Suku Bangsa
2. Agama
3. Kebudayaan
4. bahasa
Keempat unsur tersebut terdapat dalam diri masyarakat Indonesia. Suku bangsa, agama, kebudayaan dan bahasa telah mengurat tanah didalam jiwa masyarakat Indonesia. Membentuk suatu pola di kehidupan bermasyarakat.
Jika berbicara tentang adat istiadat sebagai pembentuk pola perilaku masyarakat Indonesia dan sebagai penentu identitas nasional, adat istiadat yang dimaksud disini bukan hanya sekedar berupa tarian-tarian, nyanyian ataupun upacara dan ritual adat yang biasa kita saksikan. Tetapi makna adat istiadat lebih bernilai secara implisit.
Nagekeo_NTT_Sail Komodo 2013_LNRPB IV
Bagaimana sebuah pola pikir, pola sikap dan pola tindakan baik individu maupun masyarakat sosial dalam mengimplementasikan identitas nasional Bangsa Indonesia adalah hal yang menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah bangsa dalam memperkenalkan identitas  nasionalnya.
Kembali kepada kasus diatas, pembakaran bendera merah Putih. Bendera yang menjadi salah satu identitas nasional Bangsa Indonesia secara simbolis. Disini kita dapat menganalisis bahwa masyarakat Indonesia masih mengalami krisis tata kelakuan bahwa masyarakat Indonesia masih mengalami krisis tata kelakuan yang mencerminkan rasa cinta pada negerinya. rasa cinta ini yang kita kenal dengan istilah Nasionalisme. Nasionalisme adalah sebuah wujud dari sebuah pola perilaku masyarakat Indonesia secara positif. Dengan adanya jiwa nasionalisme , maka kita dapat melihat hasilnya melalui karya-karya luar biasa yang dihasilkan oleh anak negeri baik didalam maupun diluar negeri. Ada banyak juga kasus-kasus yang memiliki nilai positif dari nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia.
Pola perilaku dan tata kelakuan adalah hal-hal yang slalu kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Sama dengan bagaimana awalnya sebuah kebudayaan dapat tercipta dari hal-hal yang sellalu dilakukan oleh masyarakat secara sistematik baik disengaja maupun tidak disengaja sehingga membentuk  sistem yang lebih kompleks. Begitu pula denga pola perilaku dan tata kelakuan yang membentuk suatu kebiasaan. Jika menemukan sebuah masyarakat yang tumbuh dengan minimnya wawasan dan informasi tentang pentingnya wawasan kebangsaan sebagai warga negara, maka masyarakat tersebut akan tumbuh dengan memiliki rasa apatis terhadap negaranya.
Begitu pula sebaliknya jika sejak dini ditanamkan rasa cinta pada bangsa, sebuah masyarakat akan memiliki rasa tenggang rasa, kekuatan persatuan dan jiwa yang pantang menyerah seperti yang terdapat dalam filosofi negara. Masyarakat seprti ini tidfak terbentuk dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan dari individu-individu yang menanamkan pola pikir menerapakan sila-sila kehidupan sesuai Pancasila di masyarakat. Di bagian masyarakat manakah kita tinggal sekarang?
Lalu, apa lagi yang menjadi bagian dari identitas sebuah bangsa selain pola perilaku masyarakatnya? Yaitu ciri-ciri dari bangsa tersebut secara simbolis. Berikut adalah beberapa lambang negara yang merupakan bagian identitas nasional.
1. Bahasa Indonesia/ bahasa Persatuan yaitu bahasa Indonesia
2. Bendera Negara yaitu Sang Merah Putih
3. Lagu Kebangsaan yaitu Lagu Indonesia Raya
4. Lambnag Negara yaitu Pancasila
5. Semboyan Negara yaitu Bhinekka Tungga Ika
6. Dasar Falsafah Negara yaitu Pancasila
7. Konstutusi (Hukum Dasar) Negara yaitu UUD !($%
8. Bentuk Negara Kesatuan republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
9. Konsepsi Wawasan Nusantara
10. Kebudayaan Daerah yang telah diterima sebagai kebuadayaan Nasional
Poin-poin diatas lebih dikenal dengan wawasan kebangsaan. Seorang warga negara dituntut untuk mengetahui segala hal yang menjadi jati diri bangsanya. Bahkan hanya mengaku memiliki rasa Nasionalisme. Bukan hanya dengan bertindak narkis dalam menyampaikan aspirasi. Tidak juga Tidak juga dengan mencalonkan diri menjadi seorang wakil rakyat ataupun mengaku telah banyak berbuat kepada bangsa ini lantas menjadikan diri kita seseorang yang layak disebut nasionalis. Tetapi mengenali bangsanya sendiri, sebagai tanggung jawab moral terhadap Bangsa Indonesia.
Bangga menyanyikan Lagu Indonesia Raya ketika melaksanakan upacara , mengenali lagu-lagu daerah. Terutama lagu daerah khusus tempat dimana kita tinggal, mengagumi kebudayaan lokal sebagai wujud dari beragam warisan yang tak ternilai dan tak memiliki persamaan dengan yang lainnya. Jadi, apakah ada implementasi secara riil di kehidupan sehari-hari kita? Sudahkah kita layak disebut sebagai seorang Nasionalis? Pantaskah kita mengakui mencintai negara ini tapi belum mengenal seluk-beluk kebudayaan yang membentuk suatu keberagaman budaya yang menjadi identitas nasional bangsa ini? Sudahkah kita membudayakan sikap menghargai toleransi beragama, tolong-menolong, ramah tamah dan pantang menyerah yang dimiliki oleh Dasar Negara kita, Pancasila? Kini kita dapat menyimpulkannya.
Melakukan tindakan-tindakan anarkis yang memprovokasi kerusuhan ditengah-tengah masyarakat hanya untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan, memprotes kebijakan bangsa ini dengan memprotes tetapi menyampaikan dengan cara-cara tidak terhormat untuk menunjukkan bahwa kita marah dengan rusaknya moral para wakil rakyat yang lalai dengan kekuasaan karena ingin mengambil azas manfaat demi mengeruk keuntungan pribadi atas uang rakyat dan negara.
Bangsa Indonesia terlahir dari jerih payah para pejuang-pejuang kemerdekaan yang rela meregan g nyawa, menumpah darahkan tanah air dengan jiwa raga. Bangsa ini berdiri dari tangan-tangan kokoh yang pantang menyerah membebaskan kita dari kebodohan dan kesalahan-kesalahan di masa lalu. Membuka harapan atas masa depan yang bahkan tak pernah mereka tahu akan jadi seperti apa. Lalu pantaskan kita membayar semua pengorbanan  itu dengan tindakan-tindakan yang tanpa melalui proses pemikiran dewasa untuk menunjukkan bahwa kita marah dengan bangsa ini? Bahwa kita kecewa dengan sikap orang-orang yang tak memiliki moral dan empati terhadap penderitaan masyarakat Indonesia yang lainnya dalam kesusahan dan penderitaan. Disinilah tugas kita mereleksikan diri sejenak untuk kembali kepada tujuan dasar bangsa ini.
Indonesia adalah sebuah bangsa besar yang kokoh dan kuat. Tujuan dasar Bangsa Indonesia tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi sebagai berikut: Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Dengan kembali mengenal Identitas Nasional Bangsa Indonesia kita dapat kembali kepada dasar-dasar tujuan negara. Tugas kita sebagai warga negara adalah bersama-sama mewujudkan masyarakat yang sadar dan bangga akan negeri tercintanya. Bukan hanya tuga aktivis, pejabat atau tugas-tugas fungsional dan struktural pemerintahan tetapi seluruh jiwa raga uang  hidup dibawah naungan  Garuda Pancasila. Terutama mahasiswa sebagai generasi emas penerus perjuangan Bnagsa Indonesia.  Sikap kritis yang harus kita terapkan adalah sikap kritis dalam menolak praktik-praktik kecurangan didalam sistem masyarakat, kritis dalam membangun pola pikir masyarakat berpendidikan, kritis dalam berkarya yang mengharumkan nama bangsa . Menerapkan filosofi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.