Showing posts with label Lirik. Show all posts

Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Kucari Kamu)





Pararararara~ parararara~Cieh, yang baru kenal Payung Teduh. Cieh yang baru nyari-nyari arti lagunya apaan.Betewek, buat siapa? #edisi kepo
Cuss, sok tau ngartiin lagunya ...


Kucari KamuSong & Lyric: Is

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam

Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada

Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah
Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari





Pernah nyari orang yang bener-bener pengen dicari tapi ternyata ekspektasi kita beda dengan kenyataan? ckk ckk ckk, cian! cini peyuuukkk ╰(◡‿◡✿╰) 


Entah yang dimaksud lirik lagu diatas adalah sepasang kekasih atau bukan. Tapi yang jelas, si penulis lirik. Mas Is, berharap terlalu banyak terhadap si 'orang hilang' ini. Sambil mengingat-ingat peristiwa masa lalu yang sepertinya pernah membuat sedikit kenangan sedih. Karena setelah bait "Dalam bayang masa suram" dilanjutkan dengan repeat sentence kemudian ditambah "Dalam ragu yang membisu" berarti si penulis lirik masih ragu apakah si 'orang hilang' ini tetap seperti yang dulu, yang akan membuat kenangan menyedihkan terulang lagi (caelah~)

Malam emang terasa panjang buat orang-orang yang gagal move on kayak Mas Is ini, bisa jadi beliau nggak bisa tidur karena kepikiran tentang si 'orang hilang' tersebut. Tapi kenyataannya orang yang dicari nggak ada di dunia nyata. Ngebayangin masa-masa indah bareng dia, ngelihat dia tersenyum. Tapi ternyata dia sedang nggak tersenyum. Karena Mas Is nyadar kalau ternyata itu cuma bayangannya aja. Well, finally dia cuma bisa ngarepin kabar dari si 'orang hilang' ini padahal sudah jelas kabar beritanya sudah tidak jelas.

Hahaha,
Aduuuuhhh~
Udah ah, aku jadi malu. Malu aja dah pokoknya kalo ternyata aku punya bakat tersembunyi untuk mengkurasi kata-kata. Dan semoga aja gebetan bisa baca ini tulisan. Itung-itung kode nggak sengaja yang di sengaja.

Okeh beibeh, komen kalo abis baca. Tinggalin jejak. Sepi beut dah kalo posting kagak ada komennya. Padahal statistik banyak beut yang mampir. huhuhu T.T



Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Resah)




Pernah dengar kumpulan lagu-lagu band independent Payung Teduh? Komposisi musik Jazz dipaduk dengan klasik Keroncong mungkin sangat sulit dipahami jika kamu tidak punya sense jenis musik yang sama. Bahkan saya juga dulunya nggak kenal kok sama Payung Teduh, meskipun suka dengan jenis musik Jazz dan Soul tapi tidak pernah terpikirkan kombinasi Jazz dan Keroncong. Lalu adik saya yang kuliah di jogja memperkenalkan lagu-lagu Payung Teduh ke telinga saya untuk pertama kalinya. Dan saya langsung suka, like a first love!

Oh ya, saya dengar banyak cerita rakyat (#halah) tentang asal usul lirik lagu ini diciptakan. Konon katanya berdasarkan pengalaman hidup salah satu personil Payung Teduh yang mempunyai sahabat meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri ketika mereka sedang mendaki gunung, katanya sih penyebabnya karena persoalan cinta. Well, no comment!

Okeh, biar nggak mencla-mencle dan terkesan agak sedikit serius. Cuss, kita bahas!

Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu


Sepasang kekasih yang seharusnya saling berbahagia karena selalu bersama sepertinya sedang berada dalam perdebatan hati. Ntah antara keduanya atau hanya di satu pihak saja. Tapi seseorang diantara mereka ingin merasakan intensifnya kebersamaan.

Lalu, kalau kamu amati di bait kedua lirik diatas. Daun gugur menandakan musim di pertengahan tahun, musim peralihan dari panas ke hujan. (karena di Indonesia cuma ada 2 musim) Pasti cuacanya sangat dingin, dengan suasana seperti itu jika sepasang kekasih berduaan pastinya akan menambah romantisme. Tapi lagi-lagi, satu diantara keduanya tampak tidak menikmati masa kebersamaan mereka.

Nah, saya rasa akar masalahnya disini adalah ketika si salah satu pasangan sudah merasa sangat bahagia dengan perasaan cintanya yang membawa ia menghayal tinggi, tiba-tiba merasakan kehampaan. Karena akhirnya ia menyadari bahwa yang merasakan kebahagiaan itu hanya dia sendiri.


Well, that's it. Mudah kan menterjemahkannya, cuma perlu sedikit ilmu sok tahu saja. Tapi yang paling penting bukan itu. Bahasa itu indah, di ciptakan oleh Tuhan untuk menggambarkan bagaimana manusia dapat mengungkapkan apa yang jiwa nya rasakan dengan indah. Meskipun ia sedang marah, kesal ataupun sedih. Makanya, pernah dengar orang yang memaki ketika kesal terlihat indah? Tentu tidak, karena itu bukan bahasa. Jika marah, jika kecewa. Gunakanlah bahasa yang indah, agar kamu tahu Tuhan menciptakan dirimu dengan jiwa indah. Selain itu, ketika sedih seperti penyair dan penulis lagu, merekapun mengungkapkan perasaan dengan menggunakan bahasa yang indah. Lalu? lalu lahirlah karya yang indah. Emosi manusia sebenarnya indah. Karena itu juga ciptaan tuhan.

Enjoy Art!


Regard,

Human Venerator.