Showing posts with label puisi. Show all posts

Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Resah)




Pernah dengar kumpulan lagu-lagu band independent Payung Teduh? Komposisi musik Jazz dipaduk dengan klasik Keroncong mungkin sangat sulit dipahami jika kamu tidak punya sense jenis musik yang sama. Bahkan saya juga dulunya nggak kenal kok sama Payung Teduh, meskipun suka dengan jenis musik Jazz dan Soul tapi tidak pernah terpikirkan kombinasi Jazz dan Keroncong. Lalu adik saya yang kuliah di jogja memperkenalkan lagu-lagu Payung Teduh ke telinga saya untuk pertama kalinya. Dan saya langsung suka, like a first love!

Oh ya, saya dengar banyak cerita rakyat (#halah) tentang asal usul lirik lagu ini diciptakan. Konon katanya berdasarkan pengalaman hidup salah satu personil Payung Teduh yang mempunyai sahabat meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri ketika mereka sedang mendaki gunung, katanya sih penyebabnya karena persoalan cinta. Well, no comment!

Okeh, biar nggak mencla-mencle dan terkesan agak sedikit serius. Cuss, kita bahas!

Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu


Sepasang kekasih yang seharusnya saling berbahagia karena selalu bersama sepertinya sedang berada dalam perdebatan hati. Ntah antara keduanya atau hanya di satu pihak saja. Tapi seseorang diantara mereka ingin merasakan intensifnya kebersamaan.

Lalu, kalau kamu amati di bait kedua lirik diatas. Daun gugur menandakan musim di pertengahan tahun, musim peralihan dari panas ke hujan. (karena di Indonesia cuma ada 2 musim) Pasti cuacanya sangat dingin, dengan suasana seperti itu jika sepasang kekasih berduaan pastinya akan menambah romantisme. Tapi lagi-lagi, satu diantara keduanya tampak tidak menikmati masa kebersamaan mereka.

Nah, saya rasa akar masalahnya disini adalah ketika si salah satu pasangan sudah merasa sangat bahagia dengan perasaan cintanya yang membawa ia menghayal tinggi, tiba-tiba merasakan kehampaan. Karena akhirnya ia menyadari bahwa yang merasakan kebahagiaan itu hanya dia sendiri.


Well, that's it. Mudah kan menterjemahkannya, cuma perlu sedikit ilmu sok tahu saja. Tapi yang paling penting bukan itu. Bahasa itu indah, di ciptakan oleh Tuhan untuk menggambarkan bagaimana manusia dapat mengungkapkan apa yang jiwa nya rasakan dengan indah. Meskipun ia sedang marah, kesal ataupun sedih. Makanya, pernah dengar orang yang memaki ketika kesal terlihat indah? Tentu tidak, karena itu bukan bahasa. Jika marah, jika kecewa. Gunakanlah bahasa yang indah, agar kamu tahu Tuhan menciptakan dirimu dengan jiwa indah. Selain itu, ketika sedih seperti penyair dan penulis lagu, merekapun mengungkapkan perasaan dengan menggunakan bahasa yang indah. Lalu? lalu lahirlah karya yang indah. Emosi manusia sebenarnya indah. Karena itu juga ciptaan tuhan.

Enjoy Art!


Regard,

Human Venerator.

Manufaktur 2

Kita sudah lama tidak menulis kata-kata indah
Karena tinggal didekat manusia membuat kita kehilangan kemanusiaan
Kita ingin merasakan
Yang hening dalam senyuman, indah dalam rangkaian kata di sebuah surat elektro
Kita sudah lama tidak menyebut kata cinta
Karena berulang-ulang menyebut uang dan hal kebendaan lainnya
Kita ingin menyuarakan
Yang sudah mulai kaku dilafalkan, seperti bacaan Poneglyph pada alas lonceng di kota emas
Kita sudah lama tidak membaca puisi dan sajak
Karena tinggal dengan manusia semua bacaan tentang ramalan cuaca dan ramalan jodoh
Kita ingin memahami
Yang dipersulit dengan ramalan pertukaran uang
Kenapa kita mematikan jiwa dengan menyuapi jiwa kita kekosongan yang diisi-isi
Jika kita bisa mengisi dari kekosongan yang berjiwa



Resensi Buku

Judul: "MEMANGNYA DAKU PEDULI APA? He??" (Edisi Revisi)
Penulis: Etna Allan Poe
Penterjemah: Staf Ahlinya yang berupah dibawah rata-rata
Penerbit: GerakMeriak
Isi:
Bab I: TKMNA (Terserah Kowe Mau Ngomong Apa)
Sub Bab:
1. Besar Kepala
2. Tak Kenal Tuhan
3. Menjadi-jadi
4. Bitch


Bab II: CTSKKP (Cari Tau Sendiri Kan Kowe Pinter)
Sub Bab:
1. Yang penting bukan daku yang ngomong
2. Sayangnya, waktu kowe berbuat mungkin kowe lagi turu ya, sampe ga sadar
3. Coba kubalas dengan perbuatan yang sama
4. Eh, ternyata benar, kena dampratlah aku!
5. Mungkin kalau kowe begitu bukan cuma denganku, bisa kumaklumi lah
Bab III: Episode Emosional Sentimentil
Sub Bab:
1. Kalaupun kumenang itu awal kekalahanku atas diriku sendiri
2. Ditanya orang lain tentang akupun kau tak bisa menjawab
3. Sudah cukuplah sakit hatiku atau sakit hatimu (atau sepertinya cuma kowe saja yang bisa merasa sakit hati)
4. Takkan kuungkit yang sudah berlalu
5. Seberapa banyak sahabat yang meninggalkanku karena jarak, waktu dan takdir, bagiku kau tidak diantaranya
6. Keledai paling dungu pun tak mau jatuh dilubang yang sama
7. Apakah ada bedanya antara orang yang meminta maaf duluan dengan orang yang memberi maaf jika hatinya akan tetap memenangkan dirinya sendiri?
Bab III: KAPOK AKU KAPOKKK
Sub Bab: Let The Rain Erase Your Steps on My Earth

>Lihat Seterusnya....

Yang jelas cerita ini akan mutlak berakhir dengan TAMAT.

Kopi+Susu+Gula/Coffee+Milk+Sugar (Edisi Revisi/ Revised Edition)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
/ I wanna love you in a medium way;
by the word's no time to speak out
of the wood of fire that flamed out to the ash.
I wanna love you in a medium way;
by the signal that's uncoded
of the cloud of the rain that made it none.

(Sapardi Djaka Darmana, Aku Ingin / I wanna).

Hidup adlh anugrah hidup adlh misteri / Life's a gift life's a mistery
hidup adlh pilihan hidup adlh kejutan / life's a choice life's a suprise
tkda yang tau apa yang akan trjadi / none know what will going on sedetik kemudian dan seterusnya / one time and soon
seseorang yang sedang tertawa dapat menangis / One's laughing loud might be crying torn
Hati yang membatu, mata yang buta, telinga yang tuli / Stoned heard, blinded eye, dump ear

Hidup adalah menunda kekalahan
Semakin terasing dari cinta sekolah rendah
Dan tau, ada cinta yang tak sempat diucapkan
Sebelum pada akhirnya kita menyerah.(Chairil Anwar, Derai-derai Cemara / Dripping Casuarina).

What cant speech out is better in a silence. The word's came out by an easy tongue not always a heartful. Hesitated heart denied the heart's calling.

5 November 2010 

Puisi diatas sebenernya ga bisa dibilang puisi sih readers,  cuma barisan kata-kata indah, caelah~
Nah, sedikit curcol nih yang diatas itu cerita tentang saya dan cinta pertama saya yang bertepuk sebelah tangan hahaha... dan itu masih berlanjut hingga beberapa periode selanjutnya a.k.a saya masih sering cinta sama orang tapi orangnya ga cinta sama saya (tuh kan curcol!)

Oke Deh cukup sekalian dulu re-post beberapa puisi yang dulu pernah saya ramu tapi belum sempat untuk di input ke blog, semoga buat yang kisah cintanya sedang kayak saya bisa dapet sedikit inspirasi juga nih buat ngebikin puisi. Oh iya ada yang udah pernah masuk majalah Horison juga lho beberapa hehe tapi saya ga tau edisi yang mana...

Daku Tak Pernah Bermimpi





Pernah daku bermimpi engkau yang mengamatiku mendaki bukit,
tergesa gesa,
berletih letih,
setengah mati, aku melihat matahari di puncaknya. Akhirnya itu tetap aku.

Pernah daku bermimpi kita adalah cinta yang saling. Duka yang silang. Daku adalah kasih, suka dan petuah. Engkau datang padaku seperti rindu ibu.

Pernah daku bermimpi, kita adalah sahabat. Segala kisah dalam hidup adalah kisah. Salon.

Pernah daku bermimpi menggandeng tangan gaib lelaki rupawan, wajahnya abstrak dan samar, senyumnya manis, harum dan harus, layak impian pemuda. Dia menggandeng tanganku menuju Engkau.

Pernah daku bermimpi tidak menginginkan perasaan membuang sia sia daku duka duku.

Daku tak pernah bermimpi mimpi mimpi jadi kenyataan.

Maka kuputar lantang lantang di mendung, di panas, di suka, di duka

Si la poussiere emporte tes reves de lumiere
Je serai te lune, ton repere
Et si le soleil nous brule
Je prierai qui tu voudras
Pour que tombe la neigi au Sahara

Dec.

HomeSick (RumahSakit)

 
Kupu-kupu
Bau segar rumput pagi, Embun
kasur bau ompol
suara las, grenda besi
daun-daun melinjo, pohon mangga, pohon kates
angin
burung emprit
anak-anak ayam, anak-anak kelinci
pohon cabe didalam jaring
sumur
harum daun pandan
pesing ompol kasur yang dijemur
angin
pohon bakau-bakau
anak-anak bebek
anyir air laut pasang
rumpi tetangga
biru, awan putih, awan mendung

orang asing dirumah sendiri


-Tg.pinang, 10 Okto 10.

Saya Hanyalah Orang Bingung

Tadi diperjalanan ke perpustakaan daerah
Ada anak kecil penjual koran
Mangku koran-korannya sambil ketiduran
Sepertinya dia capai setelah bersekolah langsung bekerja
Dari mana saya tau dia bersekolah, atau mungkin dia tidak bersekolah
Saya pikir pemandangan seperti ini hanya ada dikota-kota besar saja
Bukankah Tanjungpinang kota yang Besar?
Saya Bingung

Sebelumnya, di lampu merah
Sejak kapan ada speaker diatas lampu lalu lintas di perempatan batu 4
Mungkin pikir saya,
Yah, Beginilah bapak dan ibu polisi
Kalau para pengendara di Tanjungpinang masih anak-anak semua
Memang harus diberi aba-aba yang jelas dalam berlalu lintas
Apa di semua daerah di Negara Indonesia juga punya peraturan lalu lintas yang bisa ngoceh sendiri di lampu lalu lintas?
Saya juga bingung

Hmmh, Memangnya siapa yang perduli kalau saya bingung
Ya Sudahlah....
Saya mau cari pacar (lagi) dulu ah....

28 Januari 2011

Pelet (26 Mei 2011)


Aku mau pelet kamu
Biar makin lengket dihatiku
Karena makin meroket cintaku
Jadi aku mau pelet kamu

Hai mambang air,
mambang api,
mambang tanah,
mambang sungai, mambang laut
mambang segala mambang

Kalau siang dia terbayang-bayang
Kalau petang dia kuminta datang
Kalau kusayang dia terkenang-ken