Showing posts with label Bahasa dan Sastera. Show all posts

Chairil Anwar In Love & Broken : Curating Language In Poems and Poets

PUNCAK

Pondering, pondering on you, dear…

Minggu pagi di sini. Kederasan ramai kota yang
terbawa
tambah penjoal dalam diri – diputar
atau memutar –
terasa tertekan; kita berbaring bulat telanjang
Sehabis apa terucap di kelam tadi, kita habis kata
sekarang.
Berada 2000 m. jauh dari muka laut, silang siur
pelabuhan,
jadi terserah pada perbandingan dengan
cemara bersih hijau, kali yang bersih hijau

Maka cintaku sayang, kucoba menjabat tanganmu
mendekap wajahmu yang asing, meraih bibirmu di
balik rupa.
Kau terlompat dari ranjang, lari ke tingkap yang
masih mengandung kabut, dan kau lihat di sana,
bahwa antara
cemara bersih hijau dan kali gunung bersih hijau
mengembang juga tanya dulu, tanya lama, tanya.

1948


Hey there, siang kamis manis buat yang lagi kasmaran. Duh duh duh, hari ini penulisnya lagi nggak baperan! jadi doi bisa konsen nulis. Jujur, dari puisi ini, yang saya suka cuma kalimat pondering, pondering on you dear setelah itu, wassalam. Hahaha isn't it not fun at all? Tapi emang saya nggak pernah berusaha mendalami makna dari puisi ini sebelumnya, terakhir pernah liat di buku pelajaran Bahasa Indonesia kelas 3 SMU. Waktu itu pelajaran kelompok untuk terjemahin puisi. Dan saya jadi bagian paling malas gerak yang cuma terima bersih. Hehehe

Jadi, saya mulai saja ya mengulas dengan keterbatasan ilmu kesasteraan yang saya punya. Chairil Anwar, sepertinya beliau sedang afasia, semacam tiba-tiba kehilangan ingatan jangka panjang dari satu bagian peristiwa yang benar-benar mau dilupakan dengan sengaja. Karena di latar belakang puisi ini beliau sedang berada di tempat yang dapat menerawang kebisingan di luar tempatnya. Yang sunyi dan sepi. Sementara sambil memperhatikan keramaian itu (sepertinya pasar) beliau merenung tentang kejadian di masa lalu bersama kekasih nya, ia merasakan kecewa. Bukan semata karena ia berharap ada ditempat yang indah dan dekat dengan alam agar ia dapat ........(Syntax Error!!)

Ada yang bisa bantu saya terjemahkan? (lambaikan tangan ke kamera)
Silahkan tinggalkan ulasan, saya mah apa atuh ....

Lalu terpuruk di sudut bawah meja ....



Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Kucari Kamu)





Pararararara~ parararara~Cieh, yang baru kenal Payung Teduh. Cieh yang baru nyari-nyari arti lagunya apaan.Betewek, buat siapa? #edisi kepo
Cuss, sok tau ngartiin lagunya ...


Kucari KamuSong & Lyric: Is

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam

Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada

Aku cari kamu
Di setiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah
Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari





Pernah nyari orang yang bener-bener pengen dicari tapi ternyata ekspektasi kita beda dengan kenyataan? ckk ckk ckk, cian! cini peyuuukkk ╰(◡‿◡✿╰) 


Entah yang dimaksud lirik lagu diatas adalah sepasang kekasih atau bukan. Tapi yang jelas, si penulis lirik. Mas Is, berharap terlalu banyak terhadap si 'orang hilang' ini. Sambil mengingat-ingat peristiwa masa lalu yang sepertinya pernah membuat sedikit kenangan sedih. Karena setelah bait "Dalam bayang masa suram" dilanjutkan dengan repeat sentence kemudian ditambah "Dalam ragu yang membisu" berarti si penulis lirik masih ragu apakah si 'orang hilang' ini tetap seperti yang dulu, yang akan membuat kenangan menyedihkan terulang lagi (caelah~)

Malam emang terasa panjang buat orang-orang yang gagal move on kayak Mas Is ini, bisa jadi beliau nggak bisa tidur karena kepikiran tentang si 'orang hilang' tersebut. Tapi kenyataannya orang yang dicari nggak ada di dunia nyata. Ngebayangin masa-masa indah bareng dia, ngelihat dia tersenyum. Tapi ternyata dia sedang nggak tersenyum. Karena Mas Is nyadar kalau ternyata itu cuma bayangannya aja. Well, finally dia cuma bisa ngarepin kabar dari si 'orang hilang' ini padahal sudah jelas kabar beritanya sudah tidak jelas.

Hahaha,
Aduuuuhhh~
Udah ah, aku jadi malu. Malu aja dah pokoknya kalo ternyata aku punya bakat tersembunyi untuk mengkurasi kata-kata. Dan semoga aja gebetan bisa baca ini tulisan. Itung-itung kode nggak sengaja yang di sengaja.

Okeh beibeh, komen kalo abis baca. Tinggalin jejak. Sepi beut dah kalo posting kagak ada komennya. Padahal statistik banyak beut yang mampir. huhuhu T.T



Payung Teduh In Mystical Lyrics: Curating Language In Song and Melody (Resah)




Pernah dengar kumpulan lagu-lagu band independent Payung Teduh? Komposisi musik Jazz dipaduk dengan klasik Keroncong mungkin sangat sulit dipahami jika kamu tidak punya sense jenis musik yang sama. Bahkan saya juga dulunya nggak kenal kok sama Payung Teduh, meskipun suka dengan jenis musik Jazz dan Soul tapi tidak pernah terpikirkan kombinasi Jazz dan Keroncong. Lalu adik saya yang kuliah di jogja memperkenalkan lagu-lagu Payung Teduh ke telinga saya untuk pertama kalinya. Dan saya langsung suka, like a first love!

Oh ya, saya dengar banyak cerita rakyat (#halah) tentang asal usul lirik lagu ini diciptakan. Konon katanya berdasarkan pengalaman hidup salah satu personil Payung Teduh yang mempunyai sahabat meninggal karena mengakhiri hidupnya sendiri ketika mereka sedang mendaki gunung, katanya sih penyebabnya karena persoalan cinta. Well, no comment!

Okeh, biar nggak mencla-mencle dan terkesan agak sedikit serius. Cuss, kita bahas!

Resah
Song : Is 
Lyric : Ketjak

Aku ingin berjalan bersamamu
Dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu
Aku menunggu dengan sabar
Diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin , menantikan tubuh itu


Sepasang kekasih yang seharusnya saling berbahagia karena selalu bersama sepertinya sedang berada dalam perdebatan hati. Ntah antara keduanya atau hanya di satu pihak saja. Tapi seseorang diantara mereka ingin merasakan intensifnya kebersamaan.

Lalu, kalau kamu amati di bait kedua lirik diatas. Daun gugur menandakan musim di pertengahan tahun, musim peralihan dari panas ke hujan. (karena di Indonesia cuma ada 2 musim) Pasti cuacanya sangat dingin, dengan suasana seperti itu jika sepasang kekasih berduaan pastinya akan menambah romantisme. Tapi lagi-lagi, satu diantara keduanya tampak tidak menikmati masa kebersamaan mereka.

Nah, saya rasa akar masalahnya disini adalah ketika si salah satu pasangan sudah merasa sangat bahagia dengan perasaan cintanya yang membawa ia menghayal tinggi, tiba-tiba merasakan kehampaan. Karena akhirnya ia menyadari bahwa yang merasakan kebahagiaan itu hanya dia sendiri.


Well, that's it. Mudah kan menterjemahkannya, cuma perlu sedikit ilmu sok tahu saja. Tapi yang paling penting bukan itu. Bahasa itu indah, di ciptakan oleh Tuhan untuk menggambarkan bagaimana manusia dapat mengungkapkan apa yang jiwa nya rasakan dengan indah. Meskipun ia sedang marah, kesal ataupun sedih. Makanya, pernah dengar orang yang memaki ketika kesal terlihat indah? Tentu tidak, karena itu bukan bahasa. Jika marah, jika kecewa. Gunakanlah bahasa yang indah, agar kamu tahu Tuhan menciptakan dirimu dengan jiwa indah. Selain itu, ketika sedih seperti penyair dan penulis lagu, merekapun mengungkapkan perasaan dengan menggunakan bahasa yang indah. Lalu? lalu lahirlah karya yang indah. Emosi manusia sebenarnya indah. Karena itu juga ciptaan tuhan.

Enjoy Art!


Regard,

Human Venerator.

Fase



Sakit.
Duka. Suka.

Kematian.
Perpisahan awal.

Renungkanlah.

Fase.

Adalah filosofi kehidupan
seperti ketika kamu mengenakan baju lalu melepasnya lagi

Semoga yang pergi tidak akan kembali, kedukaan akan dibalas dengan kebahagiaan abadi

Makna Cinta dari Rangga Untuk Puisi Ada Apa Dengan Cinta?



Halo readers, udah lama nih ga bahas mengenai puisi dan sajak.

Meskipun film ini udah lawas banget, sejak tahun 2002. Tapi efek romantis yang ditinggalkan Cinta dan Rangga masih berasa. Ibarat film india Kuch-Kuch Hotahai akting Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardojo meninggalkan image luar biasa buat kedua tokoh di film romantis tsb. Nah, bukan cuma akting mereka yang hebat tapi ga lepas juga dari peran puisi-puisi yang selalu jadi bagian utama dari film AADC. 

Kali ini saya jatuh cinta sama puisinya Rangga di film Ada Apa Dengan Cinta? Puisi ini muncul di adegan terakhir ketika Rangga akan berpisah dengan Cinta di Bandara dan memberikan sebuah buku catatan sebagai kenang-kenangan untuk cinta. Nah, dihalaman terakhir buku itu ternyata ada sebuah puisi yang didedikasikan untuk Cinta. Meskipun jika dilihat dari isi didalamnya puisi tsb tidak benar-benar hanya tertuju ke Cinta, tapi lebih kepada perempuan. Sosok yang selalu membuat Rangga bertanya-tanya.


Ada Apa Dengan Cinta?

perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu, itu saja.



Pada paragraf pertama dari puisi tsb, Rangga mendeskripsikan perempuan yang datang ke hidupnya karena alasan cinta. Tapi kemudian ia menampik bahwa tidak semua perempuan seperti cinta yang ia pikirkan. Ibunya adalah perempuan yang tidak punya rasa cinta. Karena menurutnya ibunya memiliki hati yang dingin dan tidak punya kehangatan kasih sayang. Kalau readers sudah nonton film AADC, disitu diceritakan alasan kenapa ibu Rangga meninggalkan ia dan ayahnya. Maka dibait ini Rangga masih bingung dengan bagaimana perempuan dapat sedemikian indah tapi juga bisa menjadi menakutkan jika tidak punya rasa kasih sayang.
 
perempuan datang atas nama cinta
bunda pergi karna cinta
digenangi air racun jingga adalah wajahmu
seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan


Laki-laki dan perempuan memang tidak bisa selalu sejalan dalam pemahaman. Rangga digambarkan sebagai sosok laki-laki dengan kepribadian acuh terhadap situasi sekitar karena selalu berkutat dengan dunia sastera, kesendiriannya menyebabkan ia merasa terasing dari lingkungan teman-teman sekolah. Berbeda dengan kepribadian Cinta yang supel dan memiliki banyak teman. Tidak heran ketika Cinta dan Rangga bertemu, keduanya sering beradu pendapat dalam pembicaraan. Tetapi dari situlah muncul rasa penasaran Rangga terhadap dunia yang penuh dengan hingar bingar, perseteruan dengan Cinta dalam beberapa hal membuatnya memahami keindahan perbedaan yang diciptakan Tuhan selama ini yang tidak dia sadari.

ada apa dengannya
meninggalkan hati untuk dicaci
lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa


Cinta selalu membuat orang bertanya-tanya. Apakah mereka benar-benar jatuh cinta? Atau hanya perasaan penasaran karena selalu ada bagian yang ingin diketahui dari seseorang yang benar-benar menarik perhatian. Tentunya kamu readers juga pernah merasakan perasaan seperti itu. Merasa terasing dan sepi memikirkan sesuatu pada seseorang. Bahkan meskipun sudah terikat dengan hubungan tetapi selalu ada hal baru yang ditemui pada diri seseorang, itulah yang membuat cinta tidak pernah membosankan. Selalu dirindukan dan dipertanyakan.

ada apa dengan cinta
tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya.
bukan untuknya, bukan untuk siapa
tapi untukku
karena aku ingin kamu,itu saja.


Oke readers, hehehe...jangan terhanyut donk dengan puisi diatas. Meskipun maknanya sangat dalam tetapi jika kita pikirkan lebih jauh cinta yang dimaksudkan Rangga sebenarnya bukan hanya sosok Cinta gadis manis yang menarik perhatiannya dan membuatnya jatuh cinta, tetapi Rangga mencoba menggali jawaban dari perasaan yang dirasakan terhadap sesuatu yang sulit diungkapkan hanya dengan kata-kata. Cinta.

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 12

Inilah Gurindam Pasal Yang Kedua Belas


Raja mufakat dengan menteri
Seperti kebun berpagarkan duri
Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta


Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 11

Inilah Gurindam Pasal Yang Kesebelas


Hendaklah berjasa Kepada yang sebangsa
Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang tercela
Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Hendak marah
Dahulukan hujah
Hendak dimalui
Jangan melalui
Hendak ramai
Murahkan perangai

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 10

Inilah Gurindam Pasal Yang Kesepuluh


Dengan bapa jangan durhaka Supaya Allah tidak murka
Dengan ibu hendaklah hormat Supaya badan jadi selamat
Dengan anak janganlah lalai Supaya boleh naik ketengah balai
Dengan isteri janganlah alpa Supaya malu jangan menerpa
Dengan kawan hendaklah adil Supaya tangannya jadi kapil

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 9

Inilah Gurindam Pasal Yang Kesembilan



Tahu perbuatan yang tak baik tetapi dikerjakan
Bukannya manusia yaitulah syaitan


Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa


Kepada segala hamba-hamba raja
Disitulah syaitan tempatnya manja


Kebanyakan orang yang muda-muda
Disitulah syaitan tempat menggoda


Perkumpulan laki-laki dengan perempuan
Disitulah syaitan punya jamuan


Adapun orang tua yang hemat
Syaitan tidak suka membuat sahabat


Jika orang muda kuat berguru
Dengan syaitan jadi berseteru


Pemaknaan Gurindam : * Pada pasal gurindam kesembilan ini pelajaran agama yang dibahas mengenai manusia yang diuji keimanannya dengan godaan syaitan. Dibuka dengan ayat, 'Tahu perbuatan yang tak baik tetapi dikerjakan, Bukannya manusia yaitulah syaitan'. Maksud dari ayat tersebut adalah manusia yang hatinya telah tergoda syaitan perbuatan yang jahat dan buruk meskipun ia mengetahuinya tetapi tetap dikerjakan * Sedangkan pada bait kedua hingga kelima menjelaskan tentang macam-macam orang yang sering digoda syaitan. Orang yang telah tua tetapi tidak banyak menimba pahala untuk akhirat, orang yang berada dibawah pengaruh kekuasaan diperbudak oleh kekuasaannya sendiri, anak-anak muda yang malas menimba ilmu terutama ilmu agama dan pemuda-pemudi yang sering berkumpul bersama tanpa ada kegiatan yang bermanfaat maka syaitan akan membisiki mereka untuk berbuat maksiat. * Pada bait keenam dan ketujuh dijelaskan tentang orang-orang yang dibenci syaitan adalah orang tua yang suka hidup sederjana dan anak muda yang rajin menimba ilmu pengetahuan dan agama sehingga ia menjadi pandai dan tidak mudah dibujuk daya syaitan.

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 8

Inilah Gurindam Pasal Yang Kedelapan



Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya


Kepada dirinya ia aniaya
Orang itu jangan engkau percaya


Lidah yang suka membenarkan dirinya
Daripada yang lain dapat kesalahannya


Daripada memuji diri hendaklah sabar
Biar daripada orang datangnya kabar


Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa


Kejahatan diri disembunyikan
Kebajikan diri didiamkan


Keaiban orang jangan dibuka
Keaiban diri hendaklah sangka



Pemaknaan Gurindam :
* 'Barang siapa khianat akan dirinya, Apalagi kepada lainnya', Tidak amanah dan jujur sebenarnya telah membohongi diri sendiri. Begitulah makna khianat akan dirinya, sekali berbohong ia akan berusaha menutupi dengan kebohongan lainnya dan sekali orang mengetahui akan sulit untuk dipercaya lagi
* 'Kepada dirinya ia aniaya, Orang itu jangan engkau percaya', Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan dan kebersihan, menjauhkan diri dari tuhan dan merendahkan harga dirinya telah berbuat kejahatan pada dirinya sendiri. Orang seperti ini tidak bisa dijadikan teladan dan tidak bisa dipercaya.
* 'Lidah yang suka membenarkan dirinya, Daripada yang lain dapat kesalahannya', bait ketiga hingga ketujuh mengajarlan budi pekerti tentang sifat rendah hati. Jangan sering membanggakan diri sendiri dan berkata hal yang buruk-buruk tentang orang lain. Setiap orang memiliki penilaian tersendiri tentang bagaimana mereka menilai seseorang, kita tidak bisa merubah cara pandang mereka. Tetapi kita bisa mengarahkan, jika ingin dipandang baik berbuatlah baik, sopan santun ramah dan suka menolong orang. Maka, mereka akan berpikir seperti itulah diri kita dimata mereka.

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 7

Ini Gurindam Pasal Yang Ketujuh



Apabila banyak berkata
Disitulah jalan masuk dusta


Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah tanda hampirkan duka


Apabila kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak sesat


Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapaknya letih


Apabila banyak mencacat orang
Itulah tanda dirinya kurang


Apabila orang yang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur


Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar


Apabila mendengar akan aduan
Itu hendaklah cemburuan


Apabila perkataan yang lemah lembut
Lekaslah segala orang mengikut


Apabila perkataan yang amat kasar
Sekalian orang gusar


Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar



Pemaknaan Gurindam :
* 'Apabila banyak berkata-kata, Disitulah jalan masuk dusta', Berbohong, berdusta, dan mengadu domba termasuk kategori banyak berkata, berkata yang tidak bermanfaat dan merugikan. Apabila terkait orang lain dan sumber perkataan tersebut tidak jelas maka akan merugikan nantinya.
* 'Apabila banyak berlebih-lebihan suka, Itulah tanda hampirkan duka', rahasia kejadian sesuatu kita tidak mengetahui karena semuanya terjadi karena kehendak Allah. Maksud dari berlebihan suka adalah hidup berlebih-lebihan hingga lupa diri
* 'Apabila kurang siasat, Itulah tanda pekerjaan hendak sesat', pekerjaan yang tidak baik dan tidak memiliki manfaat lebih baik tidak usah dikerjakan karena selain membuang waktu dan tenaga juga mendatangkan bencana.
* 'Apabila anak tidak dilatih, Jika besar bapanya letih', pendidikan adalah tanggung jawab orangtua, masyarakat dan pemerintah. Hakekat mendidik dan mengajar adalah agar anak berkelakuan baik dan berbudi pekerti. Apabila anak tidak diajarkan bagaimana berperilaku sopan, ramah dan jujur sejak kecil maka jika sudah besar ia akan berperilaku buruk dan menyusahkan masyarakat yang dapat membuat malu kedua orang tuanya
* 'Apabila banyak mencacat orang, Itulah tanda dirinya kurang', Mencela dan menceritakan keburukan orang  akan tidak disukai oleh semua orang walaupun sudah berteman akrab. Orang yang menceritakan kekurangan orang lain tidak menyadari kekurangan yang ada pada dirinya
* 'Apabila orang yang banyak tidur, Sia-sia sajalah umur', Orang yang banyak tidur adalah ciri pemalas. Ketika banyak orang mengerjakan sesuatu agar bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Orang pemalas tidak mendapatkan apa karena mengurus dirinya sendiri pun ia tidak bisa
* 'Apabila mendengar akan khabar, Menerimanya itu hendaklah sabar', Maksudnya adalah orang yang sabar ketika mendapat suatu berita ia tidak terburu nafsu atau terbawa amarah dan gegabah dalam menanggapinya. Orang penyabar menjadi tempat bersandar dan meminta nasihat ketika hal buruk sedang terjadi.
* 'Apabila mendengar akan kabar, Itu hendaklah cemburuan', bait ini mengenai pelajaran budi pekerti terhadap pemimpin/atasan agar jangan terlalu melayani laporan dari bawahannya bahwa ada pekerja yang tidak baik atau buruk kinerjanya. Karena siapa tahu itu hanya karena ia cemburu kepada orang yang ia sebutkan dan ingin mencari perhatian dari atasan
* 'Apabila perkataan yanh lemah lembut, Lekaslah segala orang mengikut', Orang yang berbicara sopan, baik dan lemah lembut lebih mudah diterima perkataannya meskipun ia bukan seorang yang berpengaruh. Karena apabila memperlakukan orang dengan baik begitu baik pula perlakuan yang kita dapat darinya
* 'Apabila perkataan yang amat kasar, Sekalian orang gusar', Berteriak, mengucapkan kata-kata kotor dan kasar serta memanggil orang dengan julukan untuk mengejek akan membuat orang risih, menjauh dan tidak peduli
* 'Apabila pekerjaan yang amat benar, Tidak boleh orang berbuat onar', Jujur dan bertanggung jawab dalam mengerjakan sesuatu orang tidak akan komplain dengan pekerjaan kita. Lain hal nya jika yang kita kerjakan berantakan dan tidak sesuai dengan apa yang mereka minta.


Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 7

Inilah Gurindam Pasal Yang Ketujuh



Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.



Pemaknaan Gurindam: 
»- 'Apabila banyak berkata-kata, Disitulah jalan masuk dusta', pembohong, pendusta, pengadu domba adalah orang-orang yang hati dan pikirannya sedang dikendalikan oleh setan. Oleh karena itu hindarilah dari berbicara yang tidak bermanfaat.
- 'Apabila banyak berlebih-lebihan suka, Itulah tanda hanpirkan duka', kesedihan dan kemalangan bisa datang tiba-tiba ditengah kebahagiaan. Karena ketika terlampau gembira bisa berbuat sesuatu yang dapat mendatangkan kesedihan.
- 'Apabila anak tidak dilatih, Jika besar bapaknya letih', Pendidikan juga bagian tanggung jawab orang tua. Sejak kecil anak dibiasakan dengan ajaran yang baik, karena setelah dewasa ia akan menjadi anak yang berbudi pekerti. Tetapi bila anak tidak diajaran nilai dan norma sejak kecil, maka ketika besar orang tuanya akan dibuat susah oleh perilaku buruk anaknya.
- 'Apabila mendengar akan aduan, itu hendaklah cemburuan'; 'Apabila perkataan yang amat kasar, sekalian orang gusar'; 'Apabila pekerjaan yang amat benar, Tidak boleh orang berbuat onar', pendidikan budi pekerti pada tiga bait ini adalah pelajaran mengenai kejujuran, tegas, adil bijaksana dan bertanggung jawab. Kita hidup didunia berhubungan dengan orang lain, apa yang kita lakukan orang lain akan menilai baik atau burukkah perilaku kita. Jika tidak ingin dijauhi orang lain jangan suka berbuat kasar, menghina orang lain ataupun memfitnah. Jika nama kita telah buruk maka hujatan akan datang. Tidak disenangi dan dijauhi orang lain. Naudzubillah!


Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 6

Ini gurindam pasal yang keenam



Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.


Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.


Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.


Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.


Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi



Pemaknaan Gurindam :
»- 'Cahari olehmu ... ', selalu disebutkan disetiap bait. Kemudian diikuti oleh kata sahabat, guru, isteri, kawan dan abdi merupakan orang-orang terdekat kita. Mereka adalah orang-orang yang dapat kita percaya, tempat kita berbagi kisah yang tidak dapat diceritakan ke semua orang.
- Sahabat adalah orang yang menghibur kita ketika sedang bersedih, guru tempat mencari teladan yang mengajarkan kebaikan dan nenghindarkan kita dari berbuat salah. Istri yang selalu berserah diri (tawakkal) kepada tuhan adalah istri yang dapat menjadi obat ketika suaminya sedang bersedih.


Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 5

Inilah Gurindam Pasal Yang Kelima



Jika hendak mengenal orang berbangsa

Lihat kepada budi dan bahasa
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Jika hendak mengenal orang yang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang ilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
Di dalam dunia mengambil bekal
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

» Pemaknaan Gurindam
- Pasal kelima ini lebih banyak menjelaskan tentang hubungan individu terhadap masyarakat, penilaian terhadap perilaku dan sifat seseorang dapat ditunjukkan oleh adat&kebiasaan yang ia lakukan
- 'Jika hendak mengenal', selalu disebutkan pada awal bait, kemudian pada lirik selanjutnya adalah bagaimana cara kita menilai sifat seseorang dari perangainya

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 4

Inilah Gurindam Pasal Yang Keempat



Hati itu kerajaan di dalam tubuh
Jikalau zalim segala anggota pun roboh


Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah


Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Di situlah banyak orang yang tergelincir


Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala


Jika sedikit pun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekung


Tanda orang yang amat
'Aib dirinya tiada ia sangka


Bakhil jangan diberi singgah
Itulah perompak yang amat gagah


Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar


Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketor


Dimana tau salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi


Pekerjaan takbur jangan direpih
Sebelum mati didapat juga sepih



» Pemaknaan Gurindam :
- 'Hati itu kerajaan didalam tubuh, Jikalau zalim segala anggota pun roboh', Hati adalah organ terpenting manusia bukan secara substansi yang riil melainkan secara abstrak. Hati yang mengendalikan nafsu manusia, jika nafsu yang mengendalikan manusia maka ia akan mudah berbuat kejahatan, baik kepada dirinya ataupun orang lain.
- 'Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah', kebencian yang tertanam didalam diri kita hanya akan menjadi senjata yang mencelakakan kita sendiri
- 'Mengumpat dan memuji hendaklah pikir, disitulah banyak orang yang tergelincir', mengolok-olok dan menjelek-jelekkan sampai menyakiti hatinya karena siapa tau ia tidak menyukai dan akan membalas melakukan yang sama suatu hari

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 3

Inilah Gurindam Pasal Yang Ketiga



Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita


Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping


Apabila terpelihara lidah
Niscaya dapat daripadanya faedah


Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
Daripada segala berat dan ringan


Apabila perut terlalu penuh
Keluarlah fi'il yang tiada senonoh


Anggota tengah hendaklah ingat
Di situlah banyak yang hilang semangat


Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi



» Pemaknaan Gurindam :
- 'Apabila terpelihara mata, Sedikitlah cita-cita', dimaksudkan apabila pandangan setiap manusia, wajib terpelihara sehingga 'sedikitlah cita-cita', sedikit keinginan yang kadang tidak berguna
- 'Khabar yang jahat tiadalah damping', maksudnya adalah berita-berita yang tidak baik lebih baik tidak dihiraukan karena tidak jelas asal-usul dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya
- 'Apabila terpelihara lidah, niscaya dapat daripadanya faedah', memelihara lisan dari perkataan yang sia-sia akan mencelakakan kita suatu hari karena bisa saja orang lain tidak menyukainya
- Pasal ketiga ini banyak menjelaskan tentang bagaimana manusia menjaga anggota tubuhnya agar terhindar dari bahaya yang dapat mencelakakannya

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 2



Inilah Gurindam Pasal Yang Kedua



Barang siapa mengenal yang tersebut,
tahulah ia makna takut.

Barang siapa meninggalkan sembahyang,
seperti rumah tiada bertiang.

Barang siapa meninggalkan puasa,
tidaklah mendapat dua temasya.

Barang siapa meninggalkan zakat,
tiadalah hartanya beroleh berkat.

Barang siapa meninggalkan haji,
tiadalah ia menyempurnakan janji.

>> Pemaknaan Gurindam :

- 'Barang siapa mengenal yang tersebut, Tahulah ia makna takut', tersebut dalam bait ini menjelaskan sesuatu yang bersifat abstrak tetapi merupakan komponen terpenting dalam kehidupan, yaitu Tuhan.
- 'Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang', dalam ajaran agama Islam shalat merupakan ibadah yang wajib dijalankan.
- 'Barang siapa mennggalkan zakat, tiadalah artinya beroleh berkat', zakat adalah penyuci harta-harta kita, sesungguhnya kita tidak mengetahui apa yang kita peroleh merupakan sesuatu yang benar-benar halal oleh karena itu kita wajib menyucikannya dengan menyedekahkan sebagian dari harta tersebut, selain itu zakat juga mengajarkan kita agar dapat melihat kondisi kehidupan orang lain yang kondisi sosial ekonominya dibawah kita agar kita memiliki rasa empati terhadap sesama manusia.
- 'Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji', haji adalah rukun islam yang paling terakhir ia wajib dilakukan apabila seorang muslim telah mampu , 'janji' yang dimaksud disini adalah rukun islam yang diucapkan seorang muslim yang termasuk didalam rukun islam.

Pemaknaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji: 1


Inilah Gurindam Dua Belas Namanya


Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta salawatkan Nabi yang akhirul zaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya. Amma ba'du daripada itu maka tatkala sampailah hijrat al-Nabi 1263 Sanah kepada dua puluh tiga bulan Rajab hari Selasa maka diilhamkan Allah Ta'ala kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang suatu gurindam cara Melayu yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada perkataanya itu pada orang yang menaruh akal. Maka adalah banyaknya gurindam itu hanya dua belas pasal didalamnya.

Syahdan

Adalah beda antara gurindam dengan sya'ir itu aku nyatakan pula. Bermula arti sya'ir Melayu itu perkataan yang bersajak yang serupa dua berpasang pada akhirnya tiada berkehendak pada sempurna perkataan pada satu-satu pasangannya.

Bersalahan dengan gurindam.

Adapaun arti gurindam itu yaitu perkataan yang bersajak juga pada akhir pasangannya tetapi sempurna perkataannya dengan satu pasangannya saja jadilah seperti sajak yang pertama itu syarat dan sya'ir sajak yang kedua itu jadi seperti jawab.

Bermula inilah rupanya syair

Dengarkan tuan suatu rencana
Mengarang didalam gundah gulana

Barangkali gurindam kurang kena
Tuan betulkan dengan sempurna

Inilah arti gurindam yang di bawah syatar ini


Persimpanan yang indah
Yaitulah ilmu yang memberi faedah

Aku hendak bertutur
Akan gurindam yang beratur

Inilah Gurindam Pasal Yang Pertama



Barang siapa tiada memegang agama,
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.



Barang siapa mengenal yang empat,
maka ia itulah orang ma'rifat



Barang siapa mengenal Allah,
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.



Barang siapa mengenal diri,
maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.



Barang siapa mengenal dunia,
tahulah ia barang yang terpedaya.



Barang siapa mengenal akhirat,
tahulah ia dunia mudarat.


>> Pemaknaan Gurindam:
- Pasal pertama banyak menyiratkan tentang nasehat-nasehat yang lebih bersifat religius. unsur mengingat ketuhanan sangat jelas disetiap bait. 'Memegang agama' dan 'Mengenal yang empat' menjelaskan tentang keimanan karena hukum islam terbagi menjadi 4 yaitu ma'rifat, syari'at, tarekat dan tauhid.
- 'Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah' dimaksudkan dalam kata suruh dan tegahnya adalah sebuah perintah yang wajib dilaksanakan oleh kita selaku hamba Tuhan.
'Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan tuhan yang bahari' Jika seorang manusia menyadari bagaimana ia diciptakan dan darimana sumber segala nikmat yang ada pada dirinmya ialah dari Tuhan Yang Maha Esa.
- 'Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya' jika seorang mampu mengenal bahwa kehidupan dunia ini penuh dengan tipu daya dan bukanlah untuk selamany maka ia tidak akan lebih mementingkan hal-hal yang bersifat duniawi.
- Begitu pula dengan bait 'Tahulah ia dunia mudharat' menjelaskan bagaimana kata mudharat berarti adalah sesuatu yang tidak memiliki faedah sama sekali.