Showing posts with label Whats New. Show all posts

Rising Fuel Prices and Labor Day - A Causal Relationship


Fuel price hike second quarter will be announced on May 1, 2013. The announcement of the increase will be delivered directly by the President Susilo Bambang Yudhoyono.

Besides May 1 is also the day that is no less important for the entire workforce in Indonesia because it is International Labor Day.

As we know, laborer or worker has an important role in the development of the industrial sector in Indonesia. The workers did not want to miss celebrating a historic day for them. At the date of 30 April 2013 a large number of trade union demonstration warmed up for action they would do to celebrate Labor Day. At some point in the city of Jakarta has been met by the labor action such march in the MPR building in Senayan.

Since the 2003 decision companies in Indonesia imposed a system of outsourcing to its workforce. The system is applied to reduce expenses by factory under the production sectors. The company will pay for the labor they use through labor brokers company. Labor costs will be adjusted to the deal that has been specified by the user company.

Workers in Indonesia are not getting a clear working agreements. They do have a standard minimum wage of Rp work. 1.400.000, - after a few times union conduct tough debate with the government to establish the MSEs. Even so wages are given by the company remains unprofitable for labor. User company workforce can perform whenever Termination if labor can not achieve the quality desired by the company even though Employment contract has not been completed. It can not be avoided by them, as well as the company made progress in the production of goods. Labor does not get incentives based on the percentage increase in wages according to constitutional law.

This above is further exacerbated by the government's plan to raise fuel prices. Although the interviews with the mass media entrepreneurs say that the fuel price hike will not affect the cost of production. But of course the fuel price hike will be followed by a rise in prices of these goods f or daily needs. This way if the wage is set by the user company workers raised the standard of living of workers would be threatened.

While they are bound by working hours solid but does not have a clear future and threats to economic prosperity. International Labor Day is commemorated each year by nearly all workers in 180 countries around the world is to commemorate their fight regardless of the capital-labor system. But it's nearly 200 years celebration of May Day, Indonesia still feels like a modern-Voc colonized by the hands of capital companies both within and outside the country who deceive our human resource.

Ujian Nasional 2013 'Gatot' !

Banyak hoax yang berkembang selama penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2013. Hal ini disebabkan oleh persiapan pemerintah yang tidak matang dalam menyelenggarakan event nasional yang sangat berpengaruh terhadap hajat hidup para pelajar di seluruh Indonesia.


Beberapa isu yang berkembang antara lain, pemerintah batal menetapkan hasil nilai UN sebagai penentu kelulusan tahun ini. Sebagai gantinya nilai UAS akan dijadikan pacuan standar kelulusan siswa dan keputusan dikembalikan ke sekolah masing-masing. Beberapa propinsi yang mengalami keterlambatan pembagian soal akan dipertimbangkan kelulusannya. Hal ini di anggap bahwa kualitas persiapan setiap daerah yang berbeda akan mempengaruhi hasil nilai akhir ujian. Beberapa sekolah yang pernah mengalami 'soal yang ditukar' akan menjadwal ulang mata pelajaran tersebut. Kertas Lembar Jawaban Komputer untuk soal Ujian Nasional tahun ini kualitasnya sangat buruk sehingga kemungkinan akan terjadi 25% error scanning. Beberapa hal yang disampaikan diatas bersumber dari sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UN.

Banyak pihak yang menyatakan kekecewaannya terhadap kerja penerintah yang semrawut ini. Contohnya di beberapa daerah di nusantara yang mengalami keterlambatan pendistribusian soal terpaksa menjadwal ulang penyelenggaraan Ujian Nasional hingga tiga kali karena soal belum sampai ke daerah. Hal ini banyak terjadi di daerah Indonesia bagian tengah seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kupang, dan beberapa daerah di Bali. Selain itu pemerintah daerah harus ikut turun tangan dengan berinisiatif memfotokopi soal agar para siswanya dapat segera melaksanakan ujian. Meskipun mereka tidak yakin bahwa LJK yang difotikopi akan valid hasil pemindaiannya.

Ditengah kekacauan ini, M Nuh selaku Mendikbud telah mengklarifikasi bahwa keterlambatan pembagian soal dikarenakan PT Ghalia selaku pemenang tender pengerjaan proyek belum sepenuhnya menyelesaikan percetakan soal-soal. Usut punya usut, Mendikbud pun berdalih dana untuk mencetak soal belum sepenuhnya cair karena Menkeu tidak dapat mencairkan keseluruhan dana yang diminta Mendikbud karena sedang ada permasalahan pada keuangan negara. Yah, kalau sudah begini tali menyambung tali, pasti panjang urusannya.

Apapun alasan tersebut, tidak perlu banyak mengarahkan telunjuk ke orang lain, Kemendikbud perlu banyak menginteropeksi diri bahwa kekurangan tersebut berasal dari dalam kementerian sendiri. Jika sudah merencanakan secara sistematis pelaksanaan Ujian Nasional, bagaimana rupa soal ujian, penggunaan barkode dan 20 paket soal dan 10 paket cadangan serta bentuk LJK yang berbeda dari taun sebelumnya pada soal baru diketahui oleh siswa kurang dari sebulan sebelum Ujian Nasional diselenggarakan. Itupun pemerintah menyampaikan seolah-seolah terkesan mendadak sehingga sekolah-sekolah tidak dapat lebih awal mensosialisasikan kepada para siswanya.

Mendengar kabar ini para siswa sangat terkejur dengan rencana pemerintah, mereka yang seharusnya dapat lebih matang mempersiapkan diri malah semakin merasa tertekan dengan sistem baru Ujian Nasional yang dibuat pemerintah.

Kenapa pemerintah sampai segitu inginnya menerapkan sistem yang terkesan ruwet dan tidak fleksibel ini kepada siswa. Apakah mereka sungguh ingin memajukan kualitas pendidikan di Negara Indonesia atsu hanya sekedar ingin agar siswa tidak menyontek? Pernahkah penerintah memikirkan bahwa Ujian Nasional yang mutlak gagal ini hanya menjadikan para pelajar sebagai kelinci percobaan dari sistem kebijakan yang kacau dan tidak matang?

Sebenarnya menurut hemat saya, tidak perlulah pemerintah repot-repot menyusun strategi dengan membuat soal ujian dengan 20 paket yang berbeda untuk menghindari kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional. Lebih baik menyiapkan mindset para pelajar agar siap menghadapi Ujian Nasional dan tidak terpaku kepada hasil nilai ujian yang akab diperoleh. Terkadang dengan menetapkan standar tertentu para siswa hanya konsentrasi kepada bagaimana nilai mereka dapat mencapai 4,25; 4,75; 5,75, atau 6,00. Semua itu hanya terpaku pada angka, bukan pada proses mencapainya. Bukankah sia-sia jika mereka menghabiskan waktu 3 tahun belajar disekolah hanya untuk berkonsentrasi mendapatkan nilai yang layak di Ujian Nasional. Kenapa tidak lebih baik mengembangkan sikap-sikap positif seperti kejujuran, semangat kerja, disiplin waktu dan kreatifitas yang lebih sering di aplikasikan di kehidupan nyata. Hal-hal seperti ini pun sekarang jarang kita temui di kehidupan masyarakat sekarang.



Erik Rush, Pria Rasis Yang Menyalahkan Muslim Atas Serangan Bom Boston

'Orang-orang Muslim biadab. Bunuh semua muslim!', dengan lantang ia menyebutkannya seolah tanpa beban.


Erik Rush diwawancarai oleh Chanel Fox America untuk dimintai keterangan mengenai serangan bom di Boston. Ia begitu saja mengarahkan tudingan kepada muslim mengenai hal tersebut. Kontan seluruh warga dunia maya mengecam perkataannya. Bahkan bukan hanya orang-orang beragama muslim saja, tetapi banyak orang-orang yang mengaku kristen, yahudi bahkan atheis mengatakan bahwa Erik hanya memperkeruh suasana.

Ditengah kesedihan warga Boston, ia malah menebarkan isu sarkastik dengan menjelek-jelekkan nama Islam. Di akun twitternya sendiri saya melihat Erik menghujat dengan perkataan yang tidak bermoral seperti: 'And they're foul-mouthed Islamist apologists, too... I wonder if there's a correlation.' Tidak tampak sedikitpun penyesalan padanya dan ia membalas semua protes yang ditujukan kepadanya dengan makian juga.

Apakah Erik Rush tidak pernah tau bahwa hampir setiap hari ribuan nyawa tidak berdosa terbunuh dalam misi 'penuntasan terorisme' oleh Amerika Serikat, Israel dan sekutunya di negara-negara Timur Tengah setiap harinya? Apakah ia tidak pernah membaca bahwa Muslim memanggil masyarakat dunia untuk menghentikan perang tanpa melalui jalan kekerasan? Apakah ia tidak memiliki seorang teman muslim dan pernah mendapatkan perlakuan buruk dari seorang muslim? Jika ia pernah, seorang Erik Rush yang bekerja sebagai seorang jurnalis seharusnya mengetahui bagaimana dunia muslim yang sesungguhnya.

Jika seorang muslim membunuh, mencuri atau menganiaya orang lain, ia hanya seorang individu yang memiliki satu identitas seorang muslim. Itu tidak berarti bahwa semua muslim adalah pembunuh, pencuri dan penganiaya. Islam bukan sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang berpikiran dan berperilaku sama. Erika Rush harus mengetahui, Islam adalah sebuah agama. Sungguh sangat disayangkan, pekerjaannya membutuhkan intelektulitas yang tinggi tetapi pemikirannya sangat jauh dari akademisi seorang jurnalis.


Bom Bunuh Diri Meledak di Urozgan Menewaskan Tentara dan Warga Sipil

Oleh : Etna Khairullah

Related link: Uruzgan Bomb Kills District Police Commander

http://www.presstv.ir/detail/2012/12/03/275942/bombing-kills-afghan-troops-civilians/

Lima orang terbunuh dan beberapa terluka pada serangan bom di wilayah militer Afghan, Urozgan, Afganistan utara.

Pemboman ini terjadi pada pagi hari waktu setempat dengan target truk militer yang berisi pasukan militer di Trin Kot, wilayah penting di propinsi Urozgan.

"Dua tentara Afghan dan tiga warga sipil terbunuh oleh ledakan," ungkap juru bicara kepolisian Farid Ayal.
Dua warga sipil adalah wanita. Abdullah Hemat, juru bicara gubernur Uruzgan, mengatakan kurang lebih delapan orang terluka pada serangan bom.

Tidak ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Bagaimanapun, pemerintah Afghan selalu mengaitkan peristiwa serupa dengan serangan kelompok militan Taliban.

Para militan memanfaatkan perlengkapan berdaya ledak tinggi, yang dapat sekaligus menyerang sisi jalan lainnya, mengenai pasukan Afghan, pasukan asing dan warga sipil.

Pada awal tahun 2012, lebih dari 1.140 warga Afghan tewas dan sekitar 2.000 orang terluka kebanyakan disebabkan oleh bom binuh diri menurit statistik yang dirilis oleh PBB. Tiga puluh persen adalah wanita dan anak-anak.

Amerika Serikat dan sekutunya menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 yamg disebut oleh Gedung Washington sebagai perang terhadap teror. Serangan tersebut melemahkan kekuatan pasukan Taliban tetapi menebarkan ketakutan diseluruh negeri.

Serangan bom ini terjadi sehari setelah sebelumnya pada tanggal 15 April 2013 terjadi serangan bom sebanyak tiga kali pada acara marathon nasional di negara bagian Massachutes, Boston, Amerika Serikat. Meskipun belum ada yang dinyatakan bertanggung jawab atas kejadian serangan bom di kedua negara yang saling berseteru diatas tetapi seorang pria Afganistan sempat dimintai keterangan usai kejadian peledakan bom di Boston. Sejumlah teori konspirasi berkembang di masyarakat luas mulai mengaitkan setiap kejadian tersebut. Meskipun banyak ungkapan duka berdatangan kepada para korban peledakan bom di Boston, tetapi tidak banyak pihak tahu bahwa pada  hari ini banyak nyawa juga melayamg di Afganistan. Seakan hal tersebut adalah sesuatu yang lumrah dan kurang mendapat perhatian masyarakat dunia.

Serangan Bom di Boston National Marathon Day, 15 April 2013

Oleh : Etna Khairullah

2 bom meledak pada acara lari marathon di Kota Boston, Massachutes, Amerika Serikat tanggal 15 April 2013 sore hari pukul 14.45 waktu setempat. Meski diduga adalah sebuah aksi terorisme warga sekitar Boston dan penduduk yang berada pada lokasi kejadian mengatakan bahwa peledakan ini dilakukan oleh orang dalam.
Acara Boston National Marathon Festival 2013 ini adalah acara tahunan yang paling dinantikan oleh warga Amerika Serikat.
Selang beberapa waktu kemudian terjadi ledakan yang ketiga berada tidak jauh dari lokasi acara marathon, tempat bom tersebut meledak yaitu Perpustakaan Kepresidenan John F Kennedy. Polisi setempat mengkonfirmasi ini bukanlah sebuah ledakan, melainkan sebuah serangan bom berantai.
Peristiwa peledakan bom tersebut jelas sangat mengguncang jiwa para warga Amerika Serikat dan berbagai ungkapan bela sungkawa dan doa terus mengalir bagi korban ledakan, bahkan peristiwa ini menjadi worldwide trending topic di twitter saat ini.

Related link : '2 Bom di Lomba Lari Maraton Boston Aksi Terorisme' - Berita Liputan6

http://m.liputan6.com/news/read/562470/1-pelari-indonesia-selamat-dari-bom-boston1-lagi-belum-ada-kabar

http://www.youtube.com/watch?v=zV8Fms8lm7Q&feature=youtube_gdata_player

http://m.kompas.com/news/read/2013/04/16/04424719/Perpustakaan.JFK..Lokasi.Ledakan.Ketiga.di.Boston--international

http://www.youtube.com/watch?v=zpWOEZZyEpw&feature=youtube_gdata_player

Mau UN atau Sakaratul Maut, Dek?

Sebanyak total 3.224.179 siswa se-Indonesia serentak mengikuti Ujian Nasional pada tanggal 15 April 2013, kecuali 11 propinsi yang mengalami masalah keterlambatan pengiriman naskas soal Ujian Nasional. Pada tahun 2013 ini total siswa yang mengikuti ujian Nasional se-Indonesia terdiri dari 1.268.834 siswa SMA, 331.177 siswa MA, 1.131.006 siswa SMK, 1.189 siswa SLB, dan yang mengikuti Ujian Paket C 191.917 siswa dan 56 siswa dari sekolah kejuruan.


Ujian Paket C untuk siswa yang tidak lulus UN tahun lalu dijadwalkan pada tanggal yang sama hanya dilaksanakan setelah jadwal ujian 20 paket selesai, yaitu pada siang hari.

Soal UN yang terdiri dari 20 paket ini memiliki sistem barcode untuk mengenali paket soal yang dibagikan kepada setial siswa. Kemudian 10 paket soal cadangan akan dikeluarkan jika terjadi kecelakaan pada soal ujian yang dibagikan. 

Heran saya, sepertinya UN menjadi sesuatu yang menakutkan dan mengancam hidup para siswa yang melaksanakannya. Kebanyakan pelajar tidak merasa siap dengan model soal UN tahun ini yang memiliki jumlah paket lebih banyak. Yang lebih parah sangat terlihat jelas mereka merasa tertekan dengan terbuktinya bahwa setiap menjelang Ujian Nasional banyak diadakan acara-acara motivasi bahkan tidak sedikit yang mengundang motivator-motivator terkenal sampai acara hypno-therapy massal agar siswa yakin dapat lulus UN 100%, acara-acara seperti ini semakin merata diadakan disetiap sekolah-sekolah dari tahun ke tahun. Bahkan event ini menjadi kesempatan bagi para book publisher untuk menjual buku-buku motivasi kiat lulus Ujian Nasional  kepada siswa-siswa yang akan mengikuti UN. Meskipun harus membeli dengan harga yang mahal dan tidak seluruh yang membeli akan membaca.

Di setiap acara hypno-therapy yang diadakan tersebut siswa diajak merenung untuk mengingat kesalahan-kesalahan di masa lalu dan di cekoki dengan pemikiran bahwa restu dari orang-orang yang lebih tua dan banyak melakukan kebaikan akan mendatangkab kemujuran.

Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan membeli sebuah buku motivasi akan memotivasi pelajar agar tidak takut menghadapi ujian? Apakah dengan menangis meraung-raung akan meningkatkan kekuatan didalam diri pelajar agar menjadi pribadi yang selalu siap menghadapi segala tantangan? Lalu kita hanya perlu memohon maaf kepada orang tua dan berbuat kebaikan ketika mau mengikuti ujian?

Sepertinya jauh sekali dari harapan bahwa pemuda Indonesia adalah generasi bangsa yang dapat di andalkan untuk mengemban tugas memajukan bangsa ini jika Ujian Nasional saja sudah menjatuhkan kepercayaan mereka.

Pelajar, ini hanya sebuah pesan dari saya yang pernah juga berada di posisi anda. Saya juga pernah tidak bisa tidur semalaman padahal besoknya adalah jadwal Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang saya anggap susah. Tapi ketahuilah saya tidak bisa tidur bukan karena sedang SKS (Sistem Kebut Semalam) atau terlalu paranoid karena tidak yakin saya dapat maksimal dalam menjawab soal pada keesokan harinya. Tetapi saya menulis di buku harian saya, menceritakan bagaimana saya bertemu teman-teman saya, tentang hari-hari menyenangkan dan pengalaman-pengalaman berharga yang saya dapat selama disekolah menengah.

Waktu itu saya juga menulis bahwa saya telah belajar 3 tahun lamanya dan saya merasa galau dan selalu bertanya-tanya tentang apa yang akan saya lakukan setelah ini, siapakah jati diri saya selama ini.

Adik-adik, sadarilah kamu tidak perlu terlalu banyak mencecoki dirimu sendiri dengan motivasi-motivasi yang hebat, jika dirimu sendiri tidak dapat membangunkan kepercayaan didalam dirimu. Kekuatan menghadapi segala cobaan tersulit di hidupmu yang kamu perlukan. Bukan keyakinan bahwa kamu akan berhasil sementara kamu masih meraba-raba bagaimana cara tersebut.


Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Propinsi dan Kapal Pemuda Nusantara Propinsi Kepri 2013

Tahun ini seleksi diadakan di dua kota, yaitu Batam dan Tanjungpinang. Di Kota Batam seleksi lebih dulu diadakan pada tanggal 12 April 2013 kemudian pada tanggal berikutnya peserta yang lolos sepuluh besar akan mengikuti seleksi di Kota Tanjungpinang bersama peserta dari Kota Tanjungpinang yang telah mengikuti seleksi sejak pagi hingga sore hari.


Pada tahun ini Kepri mendapatkan banyak kesempatan untuk program-program pertukaran keluar negeri. Berikut adalah program-programnya:

1. SSEAYP (Ship for South East Asean Youth Programme)
2. ICYEP (Indonesia Canada Youth Exchange Programme)
3. AIYEP (Australia Indonesia Youth Exchange Programme)
4. IKYEP (Indonesia Korea Youth Exchange Programme)
5. IChYEP (Indonesia China Youth Exchange Programme)
6. IMYEP (Indonesia Malaysia Youth Exchange Programme)
7. Kapal Pemuda Nusantara Sail Komodo 2013



Program kepemudaan ini berbeda dengan program lainnya. PPAN (Pertukaran Pemuda Antar Negara) dan KPN (Kapal Pemuda Nusantara) bertujuan untuk menemukan bakat Pemuda Indonesia dalam mengembangkan potensi diri sendiri, lingkungan dan masyarakat. Menjadi duta yang mendapat kepercayaan mewakili daerah, bahkan Negara Indonesia untuk memperkenalkan apa yang dimiliki dan apa yang patut dibanggakan oleh bangsa kita.

Seleksi ini melewati beberapa tahapan yaitu tes kemampuan akademik, yang terdiri dari tes soal-soal basic bahasa inggris dan soal-soal  pengetahuan global. Kemudian pada tahap selanjutnya peserta akan di interview oleh para juri yang terdiri dari alumni-alumni semua program diatas.
Menjadi salah satu peserta yang pernah ikut seleksi meskipun hanya sampai pada tahap 15 besar merupakan suatu hal yang berharga bagi semua peserta. Disinilah kita tersadarkan bahwa sebenarnya banyak sekali Pemuda Indonesia yang kurang sadar akan apa yang terjadi disekitarnya (apatis), mengikuti program ini juga mengembangkan kepribadian kita agar lebih humble dan berwawasan luas.

So Guys, interest to join?

Visit this link too : http:// pcmikepri.blogspot.com/